iPhone 5 Bakal Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi China

iPhone 5 Bakal Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi China

Metta Pranata - detikFinance
Selasa, 18 Sep 2012 14:44 WIB
iPhone 5 Bakal Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi China
Jakarta - Gara-gara iPhone 5, ekspor produk-produk Apple akan mendongkrak ekonomi China besar-besaran di triwulan IV-2012.

“Kami memperkirakan setidaknya sepertiga pertumbuhan ekspor China di triwulan IV-2012 akan terkait dengan Apple,” kata Jon Windham, analis Barclays dalam catatannya kemarin, dikutip dari CNBC (18/9/2012)

iPhone 5 baru, bersama dengan iPad, iPod dan seri Mac dirakit di China, juga menggunakan banyak material dari wilayah itu. Apple menjual 2 juta iPhone 5 dalam 24 jam pertama gadget itu dijual ke pasaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

China masih banyak mengekspor barang-barang lain selain produk Apple. Mulai dari kaus kaki hingga baja. Faktanya, dalam basis keseluruhan, produk-produk Apple hanya menyumbang 4% dari total ekspor China dalam triwulan terakhir 2012, menurut Barclays. Tetap saja, China memilih Apple karena ingin menggerakkkan derivatif kedua yakni pertumbuhan.

Saham Apple melesat dan mencatat rekor tertinggi baru seiring jumlah pre-order ponsel baru iPhone 5 datang ke Wall Street. Sepertinya pendulunya, punggung gadget itu bertuliskan,” Dirancang oleh Apple di California. Dirakit di China.”

Apple juga dulu sempata dikritik karena kondisi kerja karyawan pabriknya di China yang memprihatinkan. Namun Apple mencoba membendung protes tersebut dengan menerapkan inspeksi lebih sering di pabrik dan menerbitkan laporan tanggungjawab pemasok tahunan.

Tapi sebelum ribut-ribut tentang Apple yang men-outsourcing karyawan saat ekonomi Amerika sedang kesulitan, ada baiknya juga melihat bagaimana AS diuntungkan dari pola ini, kata Mitch Goldberg dari Client First Strategy. "Dari karyawan toko ritel hingga insinyur bergaji tinggi, Apple menciptakannya di AS dan menyumbang banyak pada ekonomi negeri kelahirannya,” kata Goldberg.

Manufaktur outsource juga memungkinkan Apple mematok harga yang sama untuk iPhone 5 seperti iPhone 4S, sambung Goldberg.

Menurut JPMorgan, penjualan gadget terbaru Apple tersebut bisa menambah sekitar setengah poin persentase GDP triwulan keempat AS. “Perusahaan harus membuat produknya di dunia bagian mana pun yang dirasa terbaik,” kata Goldberg.

“Jika China mengambil untung, biarlah. Jika ada yang merasa muak karena ekonomi China diuntungkan dari membuat produk-produk Apple, mereka diperbolehkan memilih dengan dolarnya dan beli alternatif yang dibuat di tempat lain.”

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads