Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana mengungkapkan penganggaran perjalanan dinas PNS telah dilakukan secara tepat. Namun, dari segi pelaksanaannya ia mengakui memang masih banyak PNS yang 'nakal', terutama pada instansi pemerintah di daerah.
"Kita sudah melaksanakan reform, tapi masih ada yang 'nakal-nakal', mungkin ada yang lupa. Begitu fokus ke pusat, padahal delivery-nya di daerah," ujar Armida di kantornya, Jalan Diponegoro, Jakarta, Selasa (18/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rombonganya yang sederhana-sederhana saja," ujarnya.
Armida mengaku untuk Bappenas telah melakukan efisiensi dalam penggunaan anggaran perjalanan dinas.
"Kalau dari Bappenas sudah sangat-sangat efisien. Kan saya backgroundnya perguruan tinggi, jadi sudah terbiasa begitu, (membawa rombongan sedikit)," ungkapnya.
Untuk itu, lanjut Armida, diperlukan peningkatan pengawasan baik di pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
"Ada Irjen, BPKP, kembalikan ke fungsi pengawasan. Ada evaluasi kinerja, apa yang dirasa tidak efisien," pungkasnya.
Dalam RAPBN 2013, anggaran perjalanan dinas kementerian/lembaga mencapai Rp 23 triliun. Angka tersebut terus naik, pada tahun ini perjalanan dinas mencapai Rp 18 triliun, tahun 2011 mencapai Rp 20,9 triliun, dan pada 2010 mencapai Rp 19,6 triliun.
(nia/dru)










































