Perusahaan Penerbangan Desak Agus Marto Hapus Pajak Berganda

Perusahaan Penerbangan Desak Agus Marto Hapus Pajak Berganda

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Rabu, 19 Sep 2012 20:37 WIB
Perusahaan Penerbangan Desak Agus Marto Hapus Pajak Berganda
ilustrasi
Jakarta - Asosiasi maskapai penerbangan Indonesia (INACA) meminta Menteri Keuangan Agus Martowardjojo menghapuskan pajak berganda dalam industri penerbangan.

Langkah ini bertujuan untuk menyeragamkan aturan main maskapai penerbangan tingkat regional, dan operator pesawat bisa bersaing dengan pihak asing.

"Masalah pajak berganda, PPh pasal 26 yang besarnya 20% terkait pajak sewa menyewa. Ini memberatkan," kata Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Emirsyah Satar di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (19/9/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, pajak sewa pesawat dikenakan berlipat hingga menambah ongkos produksi. Maskapai yang biasanya menerapkan sistem sewa kepada lessor keberatan. Padahal di negara lain aturan ini tidak berlaku.

"Ganda. Saat kita melakukan penyewaan pesawat, maka sewa total kita jadi tinggi. Padahal lessor terima nett," tegasnya.

Hal ini pun sudah disampaikan INACA melalui forum resmi Kadin Indonesia bidang Perhubungan kepada Agus Marto, dan disambut baik. "Sudah dikemukakan dan Menkeu sambut baik," tegasnya.

Selain itu, rapat kerja INACA 2012 juga membahas kesiapan ASEAN open sky para maskapai penerbangan lokal. Menurut Emir, seluruh maskapai penerbangan lokal tengah bersiap menyambut tantangan ini.

Namun INACA meminta dukungan dari Kementerian Perhubungan, hingga pertumbuhan industri aviasi dalam negeri bisa dinikmati secara maksimal oleh maskapai penerbangan lokal.

"Kita minta support regulator dengan adanya ASEAN Open Sky di 2015 yang sudah di depan mata," tegas Emir.

Mengomentari hal ini, Dirjen Perhubungan Udara, Herry Bakti menyatakan kesiapannya. Secara umum memang regulator tetap menempatkan maskapai penerbangan asing pada pilihan ke dua.

"Iya (Insentif kepada domestik lebih banyak?). Dan memang pembatasan (maskapai penerbangan asing) dibuka baru lima. Namun yang saya tekankan, Open Sky bukan berarti jelek. Ini kesempatan untuk menjadi batu loncatan, yang biasa kuat di domestik ke luar," imbuh Herry.

(wep/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads