Harga Daging Ayam Bertahan Tinggi, Omzet Pedagang Rontok 25%

Harga Daging Ayam Bertahan Tinggi, Omzet Pedagang Rontok 25%

Wiji Nurhayat - detikFinance
Kamis, 20 Sep 2012 12:11 WIB
Harga Daging Ayam Bertahan Tinggi, Omzet Pedagang Rontok 25%
Jakarta - Penjualan daging ayam di pasar tradisional masih sepi peminat karena harganya tinggi. Misalnya di Pasar Sungai Bambu Jakarta Utara, para pedagang daging ayam masih menjual dagangannya Rp 21.000/Kg.

"Belum turun sejak pasca Lebaran, harganya Rp 21.000/Kg, kalau 1 ekornya bisa mencapai Rp 35.000-Rp 38.000/ ekornya," ujar Maman seorang pedagang ayam kepada detikFinane di Pasar Sungai Bambu Jakarta Utara, Kamis (20/09/12).

Harga ayam masih terpantau tinggi sejak H+5 Lebaran. Sebagai gambaran H+5 Lebaran, harga daging ayam broiler mencapai Rp 40.000-Rp 45.000/ekor. Sedangkan untuk dijual per Kg harga dipatok antara Rp 20.000-Rp 25.000/Kg.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berat ayamnya juga berkurang, ukuran dan beratnya juga kecil-kecil," katanya.

Tingginya harga ayam membuat minat masyarakat untuk mengkonsumsi daging ini jelas menurun. Bernasib sama dengan pedagang daging sapi, pedagang daging ayam juga mengalami penyusutan omzet.

"Kira-kira turun 20-25% omzetnya, banyak yang mundur untuk beli daging ayam. Untuk warung biasa mereka beli 100 ekor saat ini hanya bisa beli 75 ekor," tutupnya.

Sementara itu ditempat yang sama harga telur ayam sudah rontok menjadi Rp 16.000/kg. Harga ini relatif rendah dibandingkan harga biasanya.

(wij/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads