Ini Keunggulan Monorel Jakarta Versi Adhi Karya

Ini Keunggulan Monorel Jakarta Versi Adhi Karya

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Jumat, 21 Sep 2012 11:55 WIB
Ini Keunggulan Monorel Jakarta Versi Adhi Karya
Jakarta - Kota Jakarta sangat membutuhkan moda transportasi massal untuk mengatasi kemacetan. Salah satunya, mengembangkan Jakarta Link Transportation atau monorel.

Apa saja keunggulan monorel yang diusulkan oleh PT Adhi Karya Tbk (Persero) ini?

Dirut Adhi Karya Kiswodarmawan menjelaskan monorel Jakarta menawarkan konsep baru berbeda dengan konsep monorel sebelumnya, yang mangkrak menyisakan ratusan tiang pancang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rute dan train capacity sama sekali beda dengan eks Jakarta monorel dulu," kata Kiswodarmawan kepada detikFinance, Jumat (21/9/2012).

Konsep baru yang ditawarkan oleh Adhi Karya, monorel akan terkoneksi dengan MRT, Bus Way, dan KRL. Selain itu, monorel mampu mengangkut penumpang hingga 800 penumpang dalam sekali jalan sehingga menghemat penggunaan energi.

"Adalah moda transportasi yang ramah lingkungan," imbuhnya.

Ia juga menilai, monorel tidak membutuhkan lahan yang banyak untuk beroperasi.

"Moda ini tidak memerlukan lahan karena bisa dilaksanakan di tepi jalan yang ada dan tidak mengganggu jalan karena di atas, dan modis-modern, praktis, cepat, dan fleksibel," tambahnya.

Seperti yang diketahui, pembangunan monorel era sebelumnya mangkrak sejak 2004 dan menyisakan tiang-tiang monorel, karena pemrakarsa proyek gagal mendapat investor. Padahal, tiang-tiang tersebut sudah di bangun di kawasan kuningan hingga Senayan. Hingga saat ini tercatat ada 160 tiang monorel di kawasan tersebut.

Pada 19 September 2011 lalu, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo secara resmi menghentikan masa perjanjian terhadap konsesi PT Jakarta Monorel sebagai pengembang dan investor monorel. Dampak penghentian perjanjian itu, pihak PT Jakarta Monorel meminta penggantian biaya investasi Rp 600 miliar.

Foke pada waktu itu menegaskan akan mengganti sesuai rekomendasi dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang menyatakan jika ganti rugi dapat dibayarkan kepada investor monorel maksimal Rp 204 miliar.

Awalnya proyek monorel rencananya akan dibagi menjadi dua jalur, yakni jalur hijau dan jalur biru, dan diperkirakan dapat mengangkut 120 ribu orang per hari. Monorel jalur hijau sepanjang 14,2 kilometer akan beroperasi dari Semanggi ke Kuningan. Sedangkan, jalur biru sepanjang 12,2 kilometer dari Kampung Melayu-Casablanca-Tanah Abang hingga ke Roxy.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads