Ancaman Badai AS Mereda, Harga Minyak Mulai Turun
Sabtu, 04 Sep 2004 12:02 WIB
Jakarta - Harga minyak mentah dunia secara perlahan turun kembali setelah ketakutan akan gangguan badai Frances di AS mulai mereda. Sebelumnya, badai yang dikhawatirkan menganggu produksi kilang-kilang minyak AS sempat membuat harga minyak kembali naik.Harga minyak sebelumnya juga meningkat akibat kekhawatiran ancaman suplai dari Irak dan juga situasi di Rusia. Namun pada akhirnya isu itu gagal membawa dampak yang significan di pasar. Harga minyak Brent North Sea dan Light crude mengalami penurunan. Untuk harga patikan Brent North Sea pengantaran Oktober turun US$ 34 sen menjadi US$ 41,23 per barel. Sementara referensi kontrak New York, minyak mentah light sweet untuk pengantaran Oktober turun US$ 7 sen menjadi US$ 43,99 per barel pada akhir perdagangannya di New York Mercantile Exchange. "Sekarang terlihat dengan jelas bahwa badai Frances tidak menuju instalasi minyak di Teluk Mexico, namun menuju Florida dimana disana tidak ada instalasi minyak," kata analis Barclay Capital Kevin Norrish seperti dilansir AFP, Sabtu (4/9/2004). Menurut Norrish, yang selalu menjadi sumber ketakutan adalah bahwa badai itu akan menuju Teluk Mexico dan menyebabkan produksi minyak mentah terhenti ataupun terganggu. "Tapi kalau ternyata menuju Florida, semestinya tidak menjadi masalah. Orang sangat memperhatikan masalah ini kemarin, namun sekarang sudah tidak menjadi masalah lagi," tambah Norrish. Sementara dari Irak seperti dikutip dari pihak kepolisian dan pejabat perminyakan dilaporkan, bahwa kebakaran yang besar yang tidak terkendali terjadi pada instalasi vital di daerah Utara yang menuju ke Turki selama 2 hari.
(qom/)











































