Ribuan petani hari ini berdemonstrasi di depan kantor pusat Badan Pertanahan Nasional (BPN), Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan. Selanjutnya, mereka bakal berdemo di depan Istana Presiden di Merdeka Utara, Jakarta Pusat.
Para petani yang berdemo ini berasal dari Indramayu, Cilacap, dan Banyumas.
Ketua Umum Serikat Petani Indonesia Henry Saragih menyatakan, ada 9 tuntutan para petani tersebut. Intinya petani ingin mendapatkan lahannya kembali, yang menurut mereka telah direbut oleh pemerintah.
Adapun 9 tuntutan tersebut adalah:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Menghentikan segala bentuk perampasan tanah rakyat dan mengembalikan tanah-tanah rakyat yang dirampas
- Melaksanakan pembaruan agraria sejati sesuai dengan konstitusi 1945 dan UUPA 1960
- Tarik TNI/Polri dari konflik agraria, membebaskan para pejuang rakyat yang ditahan dalam melawan perampasan tanah.
- Melakukan audit legal dan sosial ekonomi terhadap segala hak guna usaha perkebunan, hak guna bangunan, SK Hutan tanaman industri, dan hak pengusahaan hutan, izin usaha pertambangan, baik kepada swasta dan BUMN yang telah diberikan dan segera mencabutnya. Untuk kepentingan rakyat
- Membubarkan Perhutani dan memberikan hak yang lebih luas kepada rakyat tani, penduduk desa, dan masyarakat adat dalam mengelola hutan.
- Penegakkan hak asasi petani dengan mengesahkan RUU perlindungan hak asasi petani dan ruu kedaulatan pangan sesuai tuntutan rakyat tani.
- Penegakkan hak asasi nelayan tradisional melalui perlindungan wilayah tangkap nelayan tradisional dengan mengesahkan RUU perlindungan nelayan.
- Penegakan hak asasi buruh dengan menghentikan politik upah murah dan sistem kerja kontrak,
- Pencabutan sejumlah UU dan PP yang telah mengakibatkan perampasan tanah, yaitu: UU no 25/2007 penanaman modal, UU 41/1999 Kehutanan, UU 18/2004 Perkebunan, UU 7/2004 Sumber Daya Air, UU 27/2007 Pengelolaan wilayaj pesisir dan pulau pulau kecil, UU 4/2009 Minerba, dan UU Pengadaan Tanah untuk pembangunan dan peraturan pemerintah No 72.
"Kita sudah berkali-kali ke istana presiden, tahun 2010 kita sudah ketemu staf khususnya. Lalu 2011 kita sudah sampaikan juga bahkan sebelumnya, sejak SBY berkuasa juga sudah kita desakkan. Dari sini kita menyimpulkan bahwa ini tidak serius ditanggapi," kata Henry saat ditemui di kantor BPN, Jakarta, Senin (24/9/2012).
Dari kantor BPN, para petani akan menuju istana dan berdemo, meskipun saat ini Presiden SBY sedang berada di AS untuk kunjungan kenegaraan.
"Sebetulnya sudah ada soal PP reforma agraria, informasi kita dapat itu sudah disetujui oleh Menkeu, Kepala BPN. Tapi tidak dilaksanakan, tidak ditandatangani presiden," tegas Henry.










































