Investor Bank Permata di-Lock Up Minimal 3 Tahun

Investor Bank Permata di-Lock Up Minimal 3 Tahun

- detikFinance
Senin, 06 Sep 2004 11:02 WIB
Jakarta - Dalam sales and purchase agreement (SPA) divestasi saham Bank Permata ditetapkan, investor akan menjalani lock-up minimal selama 3 tahun. Hal itu untuk mengantisipasi kemungkinan larinya investor setelah menguasai saham Bank Permata. "Kalau jangka panjang itu sudah diatur dalam SPA. Harus ada minimal 3 tahun lock-up," jelas Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), Muhammad Syahrial, usai menjadi pembicara dalam diskusi Trijaya FM di Hotel Nikko, Jakarta, Senin (6/9/2004).Pernyataan Syahrial tersebut disampaikan untuk menanggapi kekhawatiran sejumlah kalangan, jika investor asing yang menguasai Bank Permata, maka dalam waktu dekat mereka akan lari ke luar negeri.Selain itu, lanjut Syahrial, dalam SPA juga akan diatur bahwa investor harus memberikan kontribusi yang besar pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan harus tetap memperhatikan hak-hak pemerintah, karena pemerintah masih akan memiliki 46 persen saham Bank Permata.Menanggapi hasil penelitian INDEF yang menyebut bank-bank yang saat ini dikuasai asing penyaluran kreditnya ke sektor usaha kecil dan menengah (UKM) justru menurun, menurut dia, masalah itu sebenarnya sudah diantisipasi oleh masing-masing bank.Apalagi saat ini, tambah mantan deputi ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) tersebut, kredit yang telah diberikan perbankan telah mencapai 30-40 persen. Sementara yang paling menggerakkan ekonomi adalah konsumsi privat, termasuk dari sektor UKM.Di tempat yang sama, anggota Komisi IX DPR RI Rizal Djalil mengatakan keberpihakan Menteri Keuangan, Bank Indonesia dan PPA untuk mengangkat rakyat kecil, terutama ekspansi kredit, harus diperhatikan. Pasalnya, saat ini mayoritas usaha yang ada di Indonesia tergolong UKM."Harusnya 85 persen kredit Bank Permata untuk UKM. Langkah ini bukan sebatas kata-kata, tapi harus direalisasikan," ujar anggota Fraksi Reformasi DPR tersebut. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads