"Rencana dibangun Juli 2013 itu yang tahap pertama saja, sampai 2016 sudah bisa beroperasi. Kita lihat ini lalu lintasnya lebih padat," ungkap Ketua Panitia Lelang 6 Ruas Jalan Tol Dalam Kota Kementerian PU, Singgih Karyawan kepada detikFinance di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (24/9/12).
Setelah itu, tahap kedua akan mulai dibangun pada tahun 2016 dan proses konstruksi diperkirakan akan memakan waktu 2 tahun, sehingga ditargetkan akan mulai beroperasi pada tahun 2018.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk tahap ketiga, akan meliputi ruas Tanah Abang-Ulujami serta Pasar Minggu-Casablanca yang ditargetkan akan beroperasi pada tahun 2021. "Konstruksi 2018 sampai Juni 2021," katanya.
"Kalau sekaligus dibikin, nanti berantakan lah Jakarta ini, memang bagusnya nggak bertahap biar cepat selesai. Tapi memperhatikan lingkungan dan biaya juga," tutupnya.
Pemrakarasa untuk pembangunan enam ruas jalan tol ini ialah Jakarta Tollroad Development. Konsorsium Jakarta Tollroad Development merupakan gabungan dari PT Jakarta Propertindo, Pembangunan Jaya Group, PT Hutama Karya, PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), dan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP).
Pembangunan infrastruktur 6 ruas jalan tol ini diperkirakan menelan dana sekitar Rp 40 triliun hingga Rp 45 triliun.
(zlf/hen)










































