Perlambatan ekonomi akibat krisis keuangan di Eropa, bisa merembet ke Amerika Serikat (AS) dan Asia. Bahkan bisa menjalar hingga Indonesia kalau tidak diantisipasi.
"Perlambatan juga di depan kita, kita berusaha keras jangan sampai perlambatan berpengaruh negatif," kata Boediono saat membuka acara Seminar LPS di Hotel Rtz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Rabu (26/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau krisis keuangan, dampaknya ke mana-mana. Uang adalah darah dari kegiatan ekonomi," tambahnya.
Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini mengaku, untuk membangkitkan sektor keuangan ketika mengalami krisis dibutuhkan usaha dan campur tangan pemerintah yang kuat. Namun proses kebangkitannya pun bisa berlangsung lambat. Tapi perlu juga ada kerjasama yang kuat dalam menghadapi perlambatan ekonomi dunia yang bisa berdampak terhadap krisis keuangan.
"Koordinasi perlu, bagaimana menghadapi kalau itu datang. Kemandirian menjadi satu-satunya pegangan kita," sambungnya.
Pada kesempatan itu, Boediono menilai peran Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sangat penting untuk menangkal krisis di sektor keuangan. Ia juga menegaskan, LPS harus bebas dari intervensi politik dan bisnis dalam menjalankan perannya sehingga bisa menjadi benteng sektor keuangan Indonesia.
"LPS ini institusi yang esensial, benteng saat krisis," pungkasnya.
(feb/dnl)











































