Pihak Merpati menargetkan kinerja keuangannya membaik di masa mendatang, setelah selama beberapa tahun selalu mencatat rugi.
Direktur Niaga Merpati Sutan Banuara menjelaskan, maskapai penerbangan plat merah ini siap terlahir kembali (Merpati ReBorn). Merpati harus bekerja keras dan cerdas demi memenangi persaingan di industri penerbangan yang semakin ketat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kunci dari pertumbuhan Merpati ke depan adalah penambahan pesawat dengan usai yang lebih muda. Tiga tipe armada yang menjadi andalan Merpati adalah 20 tempat duduk, 50-100 tempat duduk, dan 150 tempat duduk.
"Dengan tiga pola armada itu, kita satu-satunya airlines yang bisa menjangkau Kabupaten, hingga Kecamatan," paparnya.
Rute-rute baru ke daerah wisata potensial menjadi target Merpati selanjutnya. Mulai dari Sumbawa, Alor, hingga Raja Ampat. Merpati pun siap bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk menjalankan strategi exotic destination.
"Turis Indonesia terus berkembang, terlebih dari di daerah. Ini yang kita angkat, exotic destination. Kita kerjasama dengan Kementerian Pariwisata juga. Jadi kemanapun, Merpati yang antarkan," ucapnya.
Merpati juga terus mengembangkan jaringannya dalam menyajikan paket wisata di daerah-daerah terpencil. "Kita sudah kerjasama dengan Panorama untuk bikin paket tur yang mudah dan nyaman. Kampanye ini akan dilakukan dalam satu tahun ke depan. Daerah-daerah yang dituju Sumbawa, Lombok, Alor, Labuan Bajo, Raja Ampat, hingga Wakatobi," imbuhnya.
(wep/dnl)










































