Jepang Siap 'Guyur' Investasi Asalkan RI Bebas KKN

Jepang Siap 'Guyur' Investasi Asalkan RI Bebas KKN

Ramdhania El Hida - detikFinance
Jumat, 28 Sep 2012 11:56 WIB
Jepang Siap Guyur Investasi Asalkan RI Bebas KKN
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Japan Bank for International Cooperation (JBIC) menilai Indonesia masih menjadi tempat yang memenuhi syarat untuk berinvestasi. Meskipun, secara penilaian, Indonesia belum memenuhi nilai maksimal untuk kriteria negara yang layak diberi investasi.

CEO JBIC Hiroshi Watanabe menyebutkan, setidaknya ada 4 kriteria yang ditetapkan JBIC terhadap negara-negara yang menjadi target investasi. Kriteria tersebut seperti mampu menjalankan program secara efisien, transparansi, bebas KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme), dan peduli lingkungan.

"Ada 4 kriteria, prioritasnya dapat menjalankan secara efisien, memastikan transparansi prosedur, tidak terlihat KKN di pemerintah, negara itu peduli mengenai isu lingkungan," ujar Watanabe dalam jumpa pers di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (28/9/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, lanjut Watanabe, ada kriteria tambahan yang diminta pemerintah Jepang untuk negara-negara tersebut, yaitu menginginkan terlaksananya kedamaian dunia. Dari kriteria tersebut, Indonesia memang belum memiliki nilai yang sempurna.

"Dari 5 kriteria tersebut, secara total kita belum memberi nilai 100 tapi secara keseluruhan. Indonesia dinilai sudah mendapat nilai sangat tinggi, makanya kita investasi ke Indonesia lebih besar dibandingkan ke negara lain di seluruh dunia," ungkapnya.

Watanabe menyatakan, selama ini prioritas investasi JBIC memang pada pembangkit listrik, tetapi untuk infrastruktur JBIC akan mulai berinvestasi untuk proyek pengelolaan air bersih dan pembuangannya, serta transportasi kota. Meskipun, lanjutnya, memang diakui, Jepang cukup memiliki kompetensi yang baik dalam bidang kelistrikan.

"Ke depan kami mau membiayai distribusi listrik, Jepang punya teknologi yang efisien dalam distribusi listrik, kalau Indonesia mau maka kami akan membantu," tandasnya.

(nia/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads