Pengamat penerbangan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Arista Atmadjati menilai perlu adanya pemisahan untuk penerbangan full services atau premium dan penerbangan berbiaya murah atau low cost carrier (lcc) yang ada di Bandara Soetta.
Solusi terdekat adalah memindahkan keberangkatan dan kedatangan penerbangan lcc ke Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arista menjelaskan konsep pemisahan bandara untuk penerbangan premium dan lcc telah ada di negara-negara maju. Selain itu, untuk membangun bandara baru supaya bisa mengatasi kepadatan Bandara Soetta dibutuhkan waktu dan investasi yang tinggi.
"Sekarang sudah mendesak. FS (Feasebility Study) minimal 2 tahun, selesai dibangun 3 tahun itu sudah gak ngejar lcc," imbuhnya.
Alasan memilih Bandara Halim karena infrastruktur penerbangan di sana telah lengkap. "Halim infrastruktur sudah lengkap, sebetulnya bisa," sebutnya.
Namun, Ia mengaku persetujuan tetap berada ditangan Kementrian Perhubungan sebagai regulator. "Angkasa pura perlu PP atau Kepmen perhubungan untuk mengubah Halim jadi bandara lcc, itu gampang," tambahnya.
(hen/ang)










































