Nantinya jalur sepanjang 5,9 km akan menghubungkan 6 stasiun bawah tanah dan menghabiskan dana pinjaman sebesar Rp 4-4,5 triliun.
WIKA mengklaim kombinasi (join operation) dengan Obayashi Corps lebih dikarenakan karena faktor pengalaman dan teknologi yang digunakan oleh perusahaan asal Jepang tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wijaya Karya dan Obayashi Corps sendiri adalah calon pemenang kuat tender proyek pembangunan bawah tanah sepanjang hampir 5,9 km. Desain pembangunan sendiri sudah ditetapkan oleh Pemprov DKI dan PT MRT Jakarta.
Proyek yang nantinya akan menghabiskan dana Rp 4-4.5 triliun ini dari Rp 15 triliun dana yang dipinjamkan oleh JICA direncanakan selesai akhir 2016.
"Desain sudah ada, tinggal bangun konstruksinya tetapi ada beberapa teknologi yang belum bisa kita gapai artinya memang Obayashi Corp yang jadi kombinasi kita, jadi ada sinergisitas antara negara pendonor dan negara yang didonor," katanya.
Sedikit catatan Obayashi Corps merupakan salah satu perusahaan konstruksi terbesar di Jepang. Mereka merupakan kontraktor untuk menara tertinggi di dunia yang tingginya mencapai 634 meter yaitu Tokyo Sky Tree. Menara tersebut berfungsi mendukung penyiaran sekaligus tempat melihat pemandangan kota.
Obayashi Corps sendiri telah berpengalaman membangun menara, pembangkit listrik hingga renovasi Candi. Beberapa karyanya adalah Universal Studio di Osaka, Dubai Metro di Uni Emirat Arab dan Stadium Australia. Pengalaman ini yang menjadikan WIKA tertarik untuk bekerjasama dengan Obayashi Corps.
"Pengalaman mereka banyak, apalagi nanti bangun bawah tanah, ada beberapa teknologi yang belum bisa gapai, kita baru menguasai konstruksinya saja," tutupnya.
(wij/ang)










































