Menurut Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, moda transportasi masa depan itu bisa mengurai kemacetan Jakarta yang sudah parah.
"Harus jalan dong, masa tiang-tiang saja dibiarkan begitu, itu kan menganggu. Harus dituntaskan nggak boleh begitu saja. Itu kan aset, harus dijalankan," kata Hatta saat ditemui di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Senin (1/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Soal teknik itu silakan saja, soal teknik biarkan siapa saja," pungkasnya.
Seperti yang diketahui, pembangunan monorel era sebelumnya mangkrak sejak 2004 dan menyisakan tiang-tiang monorel, karena pemrakarsa proyek gagal mendapat investor. Padahal, tiang-tiang tersebut sudah di bangun di kawasan kuningan hingga Senayan. Hingga saat ini tercatat ada 160 tiang monorel di kawasan tersebut.
Pada 19 September 2011 lalu, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo secara resmi menghentikan masa perjanjian terhadap konsesi PT Jakarta Monorel sebagai pengembang dan investor monorel. Dampak penghentian perjanjian itu, pihak PT Jakarta Monorel meminta penggantian biaya investasi Rp 600 miliar.
Foke pada waktu itu menegaskan akan mengganti sesuai rekomendasi dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang menyatakan jika ganti rugi dapat dibayarkan kepada investor monorel maksimal Rp 204 miliar.
Awalnya proyek monorel rencananya akan dibagi menjadi dua jalur, yakni jalur hijau dan jalur biru, dan diperkirakan dapat mengangkut 120 ribu orang per hari. Monorel jalur hijau sepanjang 14,2 kilometer akan beroperasi dari Semanggi ke Kuningan. Sedangkan, jalur biru sepanjang 12,2 kilometer dari Kampung Melayu-Casablanca-Tanah Abang hingga ke Roxy.
Konsep baru yang ditawarkan oleh Adhi Karya, monorel akan terkoneksi dengan MRT, Bus Way, dan KRL. Selain itu, monorel mampu mengangkut penumpang hingga 800 penumpang dalam sekali jalan sehingga menghemat penggunaan energi.
(feb/dnl)










































