Secara tahunan alias year on year inflasi September 2012 mencapai 4,31%, sementara inflasi tahun berjalan alias year to date (Januari-September 2012) mencapai 3,49%.
"Inflasi pada September 0,02% ini yang terkeil dalam 5 tahun terakhir. Jadi harga-harga di September terkendali," kata Kepala BPS, Suryamin dalam konferensi pers di kantornya, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Senin (1/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara inflasi terenda terjadi di Dumai sebesar 0,01%. Lalu deflasi tertinggi di Singkawang 2,18% dan Palu sebesar 2%.
"Setelah lebaran, bahan-bahan pokok kembali ke harga normal," imbuh Suryamin.
Dikatakan Suryamin, pada September terjadi deflasi pada bahan makanan dan transportasi masing-masing 0,92% dan 0,8%.
laju inflasi tinggi karena Agustus memasuki bulan puasa, lebaran, dan tahun ajaran baru.
Selama puasa dan lebaran memang tercatat harga beberapa bahan makanan naik. Namun Suryamin tidak menjelaskan apa yang menjadi pendorong utama inflasi di Agustus 2012.
"Bahan makanan masi ada yang deflasi dan inflasi tidak terlalu tinggi. Bawang merah dan cabai mengalami deflasi," jelas Suryamin.
(dnl/ang)











































