Defisit APBN 2005 Diperkirakan Bisa Turun jadi 0,4%

Defisit APBN 2005 Diperkirakan Bisa Turun jadi 0,4%

- detikFinance
Rabu, 08 Sep 2004 14:38 WIB
Jakarta - Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2005 diperkirakan bisa turun menjadi 0,4 persen. Pasalnya, kewajiban pemerintah untuk memenuhi kecukupan modal Bank Indonesia (BI) sebesar Rp 8,7 triliun kemungkinan tidak perlu dibayarkan."BI dengan sangat meyakinkan memberi keterangan bahwa yang Rp 8,7 triliun itu bisa dihapuskan dari bagian pembiayaan RAPBN 2005. Dengan demikian, kalau kita ingin menggunakan untuk membayar defisit, maka defisitnya bisa berkurang secara signifikan," kata Ketua Panitia Anggaran, Abdullah Zaini, usai rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Rabu (8/9/2004).Sebelumnya, dalam raker Gubernur BI Burhanuddin Abdullah meyakinkan charge sebesar Rp 8,7 triliun yang pernah diminta BI pada April 2004 bisa dihapuskan.Zaini menambahkan, jika pemerintah tidak ingin mengurangi angka defisit, maka dana sebesar Rp 8,7 triliun tersebut bisa digunakan untuk sejumlah pos lain. Di antaranya, mengurangi penerbitan obligasi yang saat ini jumlahnya sekitar Rp 50,2 triliun atau bisa juga untuk mengurangi penggunaan rekening dana inevstasi yang ada di BI. Sedangkan alternatif lainnya, dengan menambah anggaran belanja modal.Mengenai berapa persen berkurangnya defisit dengan penghapusan charge tersebut, Zaini mengatakan, angka defisit akan berkurang menjadi 0,4 persen. Hal itu dengan perhitungan defisit tahun 2004 yang diperkirakan sebesar 0,8 persen angkanya sebesar Rp 16 triliun. Dalam APBN 2004, defisit diperkirakan mencapai 1,3 persen.Jika Rp 16 triliun dikurangi charge Rp 8,7 triliun, maka defisit tersisa sekitar Rp 8 triliun atau 0,4 persen. "Ya, jadi bisa sekitar 0,4 persen, tapi sayang kalau defisitnya hanya 0,4 persen. Itu terlalu kecil. Jadi kita jangan terlalu drastis," kata anggota Fraksi Partai Golkar DPR tersebut. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads