Angka ini naik dibanding saat ini yang hanya 7%. Apalagi saat ini Indonesia kekurangan 25.000 engineer atau insinyur.
"Yang sekarang kuliah di perguruan tinggi hanya 7%, pada tahun 2020 harus mencapai 20%," ungkap Hatta dalam rapatnya dengan DPD di Gedung DPR/MPR RI, Senayan Jakarta, Senin (1/10/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tanpa itu kita tidak akan bisa maju. Dalam waktu 20 tahun ini maka penduduk kita yang produktif ini jadi manusia yang unggul. Karena MP3I dipengaruhi teknologi dan SDM," lanjut Hatta.
Hatta pun mengatakan, pembentukan sumber daya manusia ini perlu dilakukan, karena saat ini negara Indonesia masih kekurangan sebanyak 25 ribu sarjana.
"Kata Presiden kita kekurangan 25 ribu engineer, oleh karena itu kita membangun institut teknologi Sumatera Kalimantan, dengan demikian kita bisa mencerahkan SDM di tempat, bukan semua berkumpul di Jawa, ini membahayakan kita," katanya.
"Kita tidak ingin semua pembangunan berpusat di Jawa. Kita bagi di 6 koridor. Dari koridor ini kita bangun konektivitas," pungkas Hatta.
(zul/hen)










































