Indonesia Kekurangan 25.000 'Tukang Insinyur'

Indonesia Kekurangan 25.000 'Tukang Insinyur'

- detikFinance
Senin, 01 Okt 2012 16:04 WIB
Indonesia Kekurangan 25.000 Tukang Insinyur
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menargetkan pada tahun 2020, ada 20% penduduk usia muda yang mengenyam pendidikan perguruan tinggi.

Angka ini naik dibanding saat ini yang hanya 7%. Apalagi saat ini Indonesia kekurangan 25.000 engineer atau insinyur.

"Yang sekarang kuliah di perguruan tinggi hanya 7%, pada tahun 2020 harus mencapai 20%," ungkap Hatta dalam rapatnya dengan DPD di Gedung DPR/MPR RI, Senayan Jakarta, Senin (1/10/12).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hatta beralasan, usia-usia ini adalah usia produktif untuk menjadi sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. Menurut Hatta, Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dipengaruhi oleh 2 faktor penting, yaitu sumber daya manusia dan teknologi.

"Tanpa itu kita tidak akan bisa maju. Dalam waktu 20 tahun ini maka penduduk kita yang produktif ini jadi manusia yang unggul. Karena MP3I dipengaruhi teknologi dan SDM," lanjut Hatta.

Hatta pun mengatakan, pembentukan sumber daya manusia ini perlu dilakukan, karena saat ini negara Indonesia masih kekurangan sebanyak 25 ribu sarjana.

"Kata Presiden kita kekurangan 25 ribu engineer, oleh karena itu kita membangun institut teknologi Sumatera Kalimantan, dengan demikian kita bisa mencerahkan SDM di tempat, bukan semua berkumpul di Jawa, ini membahayakan kita," katanya.

"Kita tidak ingin semua pembangunan berpusat di Jawa. Kita bagi di 6 koridor. Dari koridor ini kita bangun konektivitas," pungkas Hatta.

(zul/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads