Pesan SBY, adalah soal pelajaran yang bisa dipetik dari adanya krisis untuk perkuat ekonomi domestik. Menurut SBY perlu diperkuat ekonomi domestik, yang masih punya peluang untuk ditingkatkan.
"Bangun daya saing, ketahanan ekonomi dan industri yang jauh lebih naik. Kalau ini kita bangun, 10-15 tahun ke depan kita tidak usah takut. Menghadapi pasar bebas, menghadapi AFTA, karena kita siap," kata SBY pada acara pembukaan Rapimnas Kadin di Hotel Shangri-la Jakarta, Selasa (2/10/2012),
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Usaha mikro usaha kecil dan menengah itu dikembangkan, dan usaha pemerintah semua itu adalah untuk memenuhi rasa keadilan dna mencegah kesenjangan. Kalau mp3ei," katanya.
Ia berharap agar kadin benar-benar bisa membuat peluang bisnis di dalam negeri. Ia meminta pemerintah pusat dan daerah teruslah dengan tekun untuk mencari peluang usaha.
"Selain kreatif dan kritis, saudara saudara bisa menjadi mitra negara-negara lain, sekarang ini dunia usaha tidak menjadi macan kandang. Kita berharap ada kerjasama yang baik antara indo dan dunia menyambut," katanya.
Pesan SBY lainnya adalah agar pengusaha banyak terjun ke bisnis makanan dan energi. Saat ini isu pangan dan energi menjadi isu global yang menjadi konsen banyak negara.
"Saya ingin anda rajin baca hasil survei tentang Indonesia dengan penilaian yang objektif. Semua studi mengatakan, prospek perekonomian Indonesia di negeri mendatang cepat tinggi," pesan SBY.
SBY menuturkan sat ini banyak negara yang ingin berkejasama dengan Indonesia. Bahkan setiap ada acara internasional banyak pimpinan negara untuk meminta pertemuan bilateral dan mengajak kerjasama di bidang perdagangan dan pembangunan.
"Harapan saya yaitu agar pemda atau pusat itu memberikan atensi ke UKM, memberikan kesempatan ke usaha yang baru dirintis. Saya berharap itu bisa dilakukan. Kita punya falsafah, Indonesia identik dengan garuda, kita ingin garuda kuat dan tebang tinggi," katanya.
(zul/hen)











































