SBY Diminta Bikin Lembaga Sekelas Khazanah dan Temasek

SBY Diminta Bikin Lembaga Sekelas Khazanah dan Temasek

Zulfi Suhendra - detikFinance
Selasa, 02 Okt 2012 14:04 WIB
SBY Diminta Bikin Lembaga Sekelas Khazanah dan Temasek
Jakarta -

Para pengusaha yang tergabung dalam Kadin meminta Presiden SBY untuk membentuk lembaga investasi seperti Khazanah di Malaysia atau Temasek di Singapura. Kenapa?

Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto mengatakan, lembaga ini bakal berfungsi sebagai lembaga investasi yang bakal memperluas cakupan bisnis pemerintah hingga ke luar negeri.

"Guna mendukung pelaksanaan strategic investment di luar negeri, Kadin menyampaikan usulan agar pemerintah membentuk lembaga yang bertugas mengelola apa yang kami sebut sebagai 'Indonesian Investment Fund' seperti Khazanah di Malaysia maupun Temasek di Singapura," kata Suryo dalam pidato di Rapimnas Kadin yang dihadiri Presiden SBY di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (2/10/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Suryo, Indonesia dewasa ini sudah masuk ke dalam kancah pasar bebas, baik secara regional maupun global. Dia mengatakan pasar bebas sudah merupakan tren dan kenyataan yang mungkin sulit dihindari.

Lembaga investasi seperti Khazanah dan Temasek ini diperlukan agar Indonesia tidak hanya menjadi penonton di tengah perdagangan bebas yang terjadi.

"Kita tidak boleh menjadi penonton saja sementara lembaga serupa di luar negeri mengakuisisi aset-aset kita yang terbaik seperti perbankan, telekomunikasi, pertambangan, perkebunan, dan bahkan penerbangan kita," kata Suryo.

"Sebagai contoh yang kami usulkan, apakah salahnya apabila pemerintah melalui Bulog misalnya mengakuisisi perkebunan kedelai atau gula di Brasil, atau Pertamina membeli kilang minyak, ataupun Aneka Tambang mengambil alih smelter yang dapat mengolah hasil tambang kita," paparnya.

Strategic Investment yang dimaksud Suryo bukanlah meniadakan investasi di dalam negeri, namun semata-mata untuk memanfaatkan peluang-peluang investasi di luar negeri yang sangat strategis, relatif murah, dan menguntungkan bagi kepentingan bangsa.

"Perlu kami laporkan bahwa dengan terjadi kelesuhan ekonomi global saat ini, maka banyak aset strategis di beberapa negara Eropa yang sangat menarik untuk diakuisisi," cetus Suryo.

(zlf/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads