Bandara Majalengka Lebih Dahulu Dibangun daripada Karawang

Bandara Majalengka Lebih Dahulu Dibangun daripada Karawang

Zulfi Suhendra - detikFinance
Selasa, 02 Okt 2012 14:41 WIB
Bandara Majalengka Lebih Dahulu Dibangun daripada Karawang
Jakarta -

Pemerintah akan lebih dahulu membangun Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat ketimbang Bandara Karawang. Kementeria Perhubungan sudah menggelontorkan anggaran untuk persiapan pembangunan Bandara Kertajati.

"Tahun 2012 kita sudah bantu berapa miliar saya lupa, sudah kita bantu kok. Artinya dimulai ajalah, daerah juga sudah siap," kata Menteri Perhubungan, EE Mangindaan di acara Pembukaan Rapimnas Kadin di Hotel Shangri La Jakarta, (2/10/12).

Sayangnya Mangindaan belum berani menyebutkan besaran investasi yang dikeluarkan pemerintah daerah Jawa Barat dan Pemerintah Pusat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu tergantung anggarannya, belum berani kita ngomong. Anggarannya nggak ingat juga yang penting kita sudah mulai pembangunan," lanjutnya.

Ia menambahkan, pembangunan bandara ini akan mendahului pembangunan bandara Karawang. "Karawang belakangan lah, ini dulu pengembangan Soekarno-Hatta dulu, jangan sama-sama, susah," katanya.

Beberapa waktu lalu, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Herry Bakti mengatakan, pembangunan bandara Kertajati ini untuk mendukung operasional bandara Husein Sastranegara di Bandung.

"Kertajati tetap kita bangun sebagai rencana pemindahan Husein. Husein nggak bisa dikembangkan, jadi kita akan pindahkan ke Kertajati," ungkap Herry di Jakarta beberapa waktu lalu.

Proyek ini berlokasi di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Pengerjaan bandara ini mencakup air traffict control (ATC), apron, taxiway, terminal badara dan termasuk fasilitas pendukung seperti parkir dan kawasan bisnis.

Bandara yang diperkirakan menelan dana investasi US$ 130-800 juta. Tahapan target pengerjaan proyek ini antaralain persiapan proyek oleh Pemda Jawa Barat dan Kementerian Perhubungan sejak 2011.

Kemudian pada tahun ini masuk tahap pra studi kelayakan dan mencari investor, diharapkan akhir tahun ini sudah masuk tender. Tahun 2014 mulai masuk tahap penandatanganan kontrak, dilanjutkan konstruksi hingga 2016 dan pada tahun itu juga sudah bisa beroperasi.

(zlf/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads