Hal ini disampaikan oleh SBY saat menerima Pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di Istana Negara, Jakarta, Selasa (2/10/2012).
SBY menyatakan, dirinya tidak ingin utang luar negeri membengkak karena belajar dari pengalaman berutang dengan IMF dan banyak pihak asing lain, imbasnya pemerintah Indonesia banyak didikte asing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia pun membuka semua tabir di balik utang Indonesia kepada IMF saat itu. Namun begitu menjadi presiden, ujar SBY, dirinya dalam dua tahun langsung melunasi utang-utang IMF.
"Luar biasa diikatnya kita. Ada forum CGI, kita bubarkan sekaligus. Sakit hati kita, ada negara donor hanya minjamin hanya sekitar US$ 100 juta, tapi nyecarnya habis-habisan. Kamu harus begitu, harus begini, jangan begini-begitu, US$ 100 juta-50 juta tapi sakit hati," tegas SBY.
Karena itu ke depan, SBY tidak mau ada kebijakan utang seperti zaman IMF dulu yang sifatnya mengikat.
(dnl/hen)











































