SBY Kapok Didikte Asing Gara-gara Utang Luar Negeri

SBY Kapok Didikte Asing Gara-gara Utang Luar Negeri

Luhur Hertanto - detikFinance
Selasa, 02 Okt 2012 19:41 WIB
SBY Kapok Didikte Asing Gara-gara Utang Luar Negeri
Jakarta - Pemerintah Indonesia pernah berpengalaman berutang ke IMF sekitar US$ 7 miliar, walaupun kini sudah dilunasi. Presiden SBY menyatakan kapok berutang dengan pihak-pihak yang suka mendikte.

Hal ini disampaikan oleh SBY saat menerima Pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di Istana Negara, Jakarta, Selasa (2/10/2012).

SBY menyatakan, dirinya tidak ingin utang luar negeri membengkak karena belajar dari pengalaman berutang dengan IMF dan banyak pihak asing lain, imbasnya pemerintah Indonesia banyak didikte asing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya masih ingat, tahun 1999 saya jadi menteri pertambangan dan energi. Baru duduk di kantor baru disodori point-point dari austeruty measures (langkah penghematan) IMF. Saya baca bahan bakar dan listrik dinaikkan 40 persen. Saya taruh itu. Dengan situasi waktu itu ini solusi apa bukan? Kami bernegosiasi. Tidak bisa terlalu keras suara kita karena kita di-bailout," papar SBY.

Dia pun membuka semua tabir di balik utang Indonesia kepada IMF saat itu. Namun begitu menjadi presiden, ujar SBY, dirinya dalam dua tahun langsung melunasi utang-utang IMF.

"Luar biasa diikatnya kita. Ada forum CGI, kita bubarkan sekaligus. Sakit hati kita, ada negara donor hanya minjamin hanya sekitar US$ 100 juta, tapi nyecarnya habis-habisan. Kamu harus begitu, harus begini, jangan begini-begitu, US$ 100 juta-50 juta tapi sakit hati," tegas SBY.

Karena itu ke depan, SBY tidak mau ada kebijakan utang seperti zaman IMF dulu yang sifatnya mengikat.

(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads