Lembaga Asing Minta Pemerintah SBY Tak Hapus Sistem Outsourcing

Lembaga Asing Minta Pemerintah SBY Tak Hapus Sistem Outsourcing

Rista Rama Dhany - detikFinance
Rabu, 03 Okt 2012 15:36 WIB
Lembaga Asing Minta Pemerintah SBY Tak Hapus Sistem Outsourcing
Jakarta - Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) meminta pemerintah Indonesia tak menghapus sistem outsourcing di Indonesia. Karena sistem outsourcing sangat berguna untuk efisiensi perusahaan.

"Outsourcing banyak manfaatnya, terutama untuk efisiensi perusahaan, jadi jangan dihapuskan," kata Senior Country Economist Indonesia Resident Mission Edimon Ginting ketika ditemui di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (3/10/2012).

Menurut Edimon, tidak mungkin suatu perusahaan itu memiliki pegawai yang seluruhnya berstatus karyawan tetap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak mungkin satu perusahaan memiliki pegawai seluruhnya pegawai tetap. Contoh seperti pegawai cleaning service atau office boy berstatus karyawan tetap," ujar Edimon.

Bahkan, manfaat lain adanya outsourcing cukup banyak, seperti pekerjaan cleaning tadi, membuat ada standar pekerjaan cleaning, bahkan pengusaha-pengusaha Amerika lebih suka menggunakan pegawai outsourcing dengan mengambil pekerja asal India.

"Pegawai di perusahaan milik Amerika, back office-nya lebih banyak dari negara India, karena upah pegawai Amerika Serikat jauh lebih mahal," ungkapnya.

Tidak hanya bagi perusahaan saja yang untung, kata Edimon, pegawai outsourcing juga diuntungkan karena bisa kerja tidak hanya di satu tempat.

"Seperti pekerja outsourcing di bidang IT, dia tidak hanya kerja di satu tempat saja bisa didua perusahaan bahkan lebih, kan lebih untung," ucapnya.

(rrd/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads