Wamenkeu: Ekonomi Dunia Baru Pulih di 2018

Wamenkeu: Ekonomi Dunia Baru Pulih di 2018

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Jumat, 05 Okt 2012 11:45 WIB
Wamenkeu: Ekonomi Dunia Baru Pulih di 2018
Jakarta - Wakil Menteri Keuangan, Mahendra Siregar meramal krisis ekonomi global baru akan pulih ke kondisi normal pada tahun 2018. Ia menilai hal tersebut berdasarkan pernyataan Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF).

"Ada sebuah berita dari media online, datang dari Hongaria, yang mengutip pakar ekonomi dari chief economist IMF. Dia mengatakan memerlukan 10 tahun untuk bisa mengembalikan krisis global ke tingkat lebih baik atau normal," Kata Mahendra saat pembukaan acara Indonesia Financial Expo & Forum 2012 di JCC Senayan Jakarta, Jumat (5/10/2012).

Namun, Mahendra menegaskan apa yang Ia baca tersebut sangat relevan jika disamakan dengan kondisi perekonomian Indonesia sebelum dan setelah krisis ekonomi 1998.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kita melihat kondisi Indonesia pasca krisis Indonesia 1998, dan Asia. Itu masuk akal tahun 2008. Kita liat pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang berkelanjutan di angka 6 persen. Sebelum krisis pertumbuhan 6 persen kita capai pada tahun 1997. Tahun 1998 turun drastis jadi minus 13 persen. Tahun 2007 kita baru kembali ke 6,1 persen," paparnya.

Selain itu, akibat dari krisis ekonomi dunia, banyak negara-negara maju seperti di Eropa yang mengalami kondisi keuangan yang sulit sehingga membutuhkan banyak pinjaman. Hal sama terjadi saat Indonesia mengalami krisis ekonomi, namun baru kembali normal peringkat utang Indonesia setelah 11 tahun.

"Kita melihatnya anjloknya kredit rating utang publik, sebelum krisis asia masuk investment catagory, Kemudian tahun 1999 dan 2000 turun, sekitar 11 tahun kembali ke investment catagory jauh lebih lama," paparnya.

Ia menilai pulihnya ekonomi Indonesia dari krisis ekonomi didorong oleh naiknya kelas masyarakat berpenghasilan menegah yang mendorong angka konsumsi dalam negeri.

"Kalau kita liat kelas menengah, meningkat luar biasa. Itu jadi motor pengembalikan ekonomi Indonesia," tambahnya.

Mahendra agak pesimis ekonomi dunia bisa pulih seperti Indonesia karena perbedaan demografi masyarakat dunia yang sedikit memili masyarakat berpenghasilan kelas menengah.

"Kalau liat perbandingan 10 tahun itu masuk akal tapi kalau kita liat kondisi global jauh kondisi lebih komnplek. Kita tidak temui di luar negeri karena tekstur demografi kita berbeda (masyarakat berpenghasilan menegah)," sebutnya.

Mahendra juga mengingatkan agar kita tetap waspada terhadap dampak krisis ekonomi global meskipun ekonomi Indonesia saat ini tumbuh baik.

"Saya pikir terus perkuat yang menjadi pilar menjadi ekonomi kita tetap waspada penularan mana saja dari segi sektor kesehatan ekonomi sehingga kita bisa antisipasi, dan tidak cemas berlebihan," pungkasnya.

(hen/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads