MRT Diragukan Dapat Mengurai Kemacetan Jakarta

MRT Diragukan Dapat Mengurai Kemacetan Jakarta

- detikFinance
Sabtu, 06 Okt 2012 15:20 WIB
MRT Diragukan Dapat Mengurai Kemacetan Jakarta
Jakarta -

Proyek Mass Rapid Transit (MRT) rencananya akan mulai operasional akhir 2016. Beberapa orang meyakini MRT akan menguraikan kemacetan di Jakarta tetapi beberapa orang lain berpendapat pembangunan MRT hanyalah tuntutan gaya hidup perkotaan.

Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno mengungkapkan jika dirinya ragu MRT dapat mengurai kemacetan ibukota. "Saya ragu MRT bisa urai kemacetan ibukota. Satu alasan saya, karena MRT tidak bisa angkut atau mengambil penumpang dari luar atau daerah pinggiran Jakarta ," katanya saat dihubungi detikFinance, Sabtu (6/10/2012).

MRT yang sedianya akan beroperasi akhir 2016 merupakan proyek Pemprov DKI Jakarta. Proyek yang menghubungkan Lebak Bulus sampai Bundaran HI sepanjang 15,7 km ini, akan menghabiskan dana bantuan pinjaman JICA sebesar Rp 15 triliun. MRT digadang-gadang akan menjadi solusi kemacetan yang mengular di Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya belum yakin, masalahnya apakah Lebak Bulus itu adalah pinggiran kota Jakarta? tidak kan. Saya optimis MRT dapat mengurai kemacetan kalau pembangunannya dari Bekasi atau Cibubur ke Jakarta," katanya.

Djoko menilai, harus ada upaya kongkrit dari pemerintah dengan upaya mengurangi kemacetan di Jakarta. Pemberdayaan busway (Trans Jakarta) serta peningkatan layanan KRL adalah salah satu upaya yang efektif dengan fasilitas infrastruktur yang minim.

Selain itu perlu ada upaya pembersihan angkot-angkot kecil, yang dipercaya mengurangi beban jalan yang hanya tumbuh 1% per tahunnya.

"MRT tidak bisa pembangunannya digagalkan, karena sudah didatangkan oleh pemerintah dan pembuatannya sangat mahal. Saya menganjurkan bahwa transportasi yang sudah ada seperti busway dan KRL ditambah feeder dan diusahakan dengan satu tiket elektronik yang lebih baik dan terkoneksi serta hilangkan angkot-angkot kecil yang banyak dan membebankan jalan ibukota," tutupnya.

Sejak Januari sampai April 2012 ini, kendaraan yang membebani jalanan Jakarta mencapai 13.346.802 unit. Dengan perincian, motor 9.861.451 unit, mobil 2.541.351 unit, mobil beban 581.290 unit, dan bus 363.710 unit.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads