Hal ini diungkapkan oleh Corporate Secretary Hutama Karya, Ari Widiantoro saat ditemui di Gedung BNI 46, Jakarta, Senin (8/10/12).
"FS-nya (feasibility study) sudah selesai karena tendernya sudah selesai, ini pelaksanaannya mulai tahun depan dan pengerjaannya 2 tahun lah," ungkap Ari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita join dengan SMCC untuk biding section 106, proyek ini nilainya Rp 1,5 triliun, kita 30 persennya, jadi sekitar 500 miliar," katanya.
Untuk proses konstruksinya, Ari mengatakan, Hutama Karya membeli sebuah teknologi tunneling (terowongan) dari negara Jepang dan Taiwan.
"Kita beli teknologi dari Jepang dan China, jadi Rp 500 miliar yang kita keluarkan itu sudah termasuk teknologi itu," tambahnya.
(zlf/dru)











































