"Kereta ini sensitif dan tentunya aman serta lebih optimal dalam beroperasi," kata Tri kata Direktur Utama Hutama Karya, Tri Widjajanto saat ditemui usai acara penandatanganan MoU antara BNI dengan Hutama Karya di Menara BNI 46, Jakarta, Senin (8/10/12).
Tri beralasan, kereta jenis LRT ini lebih ringan dan memiliki bentuk lebih pipih dinanding kereta layang yang sebelumnya direncanakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Concern kami di harga tiket, harusnya mengarah ke Rp 20.000. Konsepnya kan memindahkan dari orang yang memiliki mobil ke kereta agar tidak macet," ujar Tri.
Tri mengungkapkan pada prinsipnya Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan sangat setuju dengan rencana proyek kereta layang buatan PT Hutama Karya (Persero). Namun, dengan persyaratan tidak menggunakan dana APBN, karena dinilai akan memberatkan mengingat nilai proyeknya sangat besar.
"Jadi mesti dikaji dan bisa jadi proyek ini berasal dari sindikasi," tutupnya.
(zlf/hen)
