RI Tawarkan Proyek MRT Cikarang-Balaraja ke Jepang

Laporan dari Tokyo

RI Tawarkan Proyek MRT Cikarang-Balaraja ke Jepang

Wahyu Daniel - detikFinance
Selasa, 09 Okt 2012 08:50 WIB
RI Tawarkan Proyek MRT Cikarang-Balaraja ke Jepang
Tokyo - Pemerintah Indonesia tengah intensif menawarkan investasi di sektor infrastruktur ke investor Jepang. Salah satunya adalah proyek Mass Rapit Transit (MRT) yang melalui 3 provinsi. Mana saja?

Deputi bidang Sarana dan Prasarana Kementerian PPN/Bappenas Dedy S. Priatna mengatakan, ada proyek infrastruktur yang bakal dibangun yaitu MRT dari Cikarang sampai Balaraja (Banten).

"Jadi kita akan tawarkan proyek MRT dari Cikarang sampai Balaraja yang melewati 3 provinsi yakni Jawa Barat (Cikarang), Jakarta, dan Balaraja (Banten)," ujar Dedy saat ditemui detikFinance di sela pertemuan Indonesia-Japan Joint Economic Forum di Tokyo, Senin (8/10/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proyek MRT tersebut saat ini tengah dalam tahap engineering service dan akan dilakukan penjajakan agar Jepang bisa ikut serta. Karena itu Dedy belum bisa menjelaskan nilai dari proyek tersebut.

"Saat ini kan yang paling dekat pembangunannya adalah MRT dari Lebak Bulus ke Bundaran HI (Hotel Indonesia). Lalu ada juga dari Bundaran HI ke wilayah utara dan akan dibuat grand design-nya dan sudah mulai," jelas Dedy.

Mass Rapid Transit Jakarta (MRT Jakarta) yang berbasis rel rencananya akan membentang kurang lebih ± 110,8 Km, meliputi dua koridor utama, yaitu:

Koridor Utara-Selatan
Koridor ini terdiri dari Koridor Selatan-Utara (Koridor Lebak Bulus-Kampung Bandan) sepanjang kurang lebih ± 23,8 km dan Koridor Timur–Barat sepanjang kurang lebih ± 87 km. Koridor ini dilakukan dalam 2 tahap:

Tahap I yang akan dibangun terlebih dahulu menghubungkan Lebak Bulus sampai dengan Bundaran HI sepanjang 15,7 km dengan 13 stasiun (7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah) ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2016.

Tahap II akan melanjutkan jalur Selatan-Utara dari Bundaran HI ke Kampung Bandan sepanjang 8,1 Km yang akan mulai dibangun sebelum tahap I beroperasi dan ditargetkan beroperasi 2018 dipercepat dari 2020. Studi kelayakan untuk tahap ini sudah selesai.

Koridor Timur-Barat
Koridor Cikarang-Balaraja ini masih dalam tahap studi kelayakan. Koridor ini ditargetkan paling lambat beroperasi pada 2024-2027.

(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads