Deputi bidang Sarana dan Prasarana Kementerian PPN/Bappenas Dedy S. Priatna mengatakan, lima proyek tersebut merupakan proyek percepatan yang akan dilakukan oleh Indonesia.
"Ada daftar lima proyek khususnya infrastruktur yang ditawarkan, ini termasuk flagship project (proyek yang didahulukan)," ujar Dedy saat ditemui detikFinance di sela pertemuan Indonesia-Japan Joint Economic Forum di Tokyo, Senin (8/10/2012). Proyek tersebut adalah:
5. Saluran Limbah Jakarta
|
|
ProyekΒ ini juga disebutΒ Sistem Pengolahan Limbah Cair Terpusat di Jakarta atau Jakarta Sewerage yang akan mulai dibangun 2014, senilai Rp 70 triliun.Β Pekerjaan akan dimulai dengan konstruksi zona 1Β senilai Rp 6,7 triliun yang melingkupi daerah layanan kawasan Setiabudi menuju daerah Kota. Total zona mencakup 6 zona senilai Rp 70 triliun.
4. Perluasan Bandara Soekarno-Hatta
|
|
3. Akademi Riset
|
|
2. MRT Cikarang-Balaraja
|
|
Belum ada perkiraan dana yang dibutuhkan untuk mengerjakan proyek ini. Proyek ini juga melengkapi proyek MRT yang saat ini sedang dalam proses yaitu Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI). Koridor ini ditargetkan paling lambat beroperasi pada 2024-2027.
1. Pelabuhan Cilamaya
|
|
Sedangkan Pelabuhan Cilamaya paling cepat 2022. Pembangunan pelabuhan Cilamaya adalah untuk mengantisipasi membludaknya kapasitas ekspor-impor di Indonesia.
Halaman 2 dari 6










































