Alasannya, Gubernur DKI Jakarta yang baru Joko Widodo (Jokowi) meminta proyek ini dipresentasikan terlebih dahulu. Ada apa?
Deputi Sarana dan Prasarana Bappenas Dedy Priatna menyatakan, Jokowi ingin memastikan nilai proyek pembangunan terowongan MRT sekitar Rp 4,5 triliun dari Blok M ke Bundaran HI ini tidak kemahalan.
"Jadi pihak Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) pernah memberi masukkan, proyek MRT DKI Jakarta ini dua atau tiga kali lebih mahal ketimbang proyek MRT di Singapura. Namun ternyata, proyek MRT di Singapura itu dikerjakan tahun 1994 lalu" kata Dedy saat ditemui di Imperial Hotel, Tokyo, Jepang, Selasa malam (9/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya pemenang 6 proyek pengerjaan MRT jalur Lebak Bulus-Bundaran HI ini akan diumumkan dalam hitungan hari. Agar proyek ini bisa segera mulai dibangun pada tahun ini juga.
Dedy menegaskan, proyek MRT jalur Lebak Bulus-Bundaran HI harus sudah selesai 2016. "Kita paksa kalau bisa akhir 2015 selesai. Sesudah itu maka akan diperpanjang dari Bundaran HI ke Kota yang selesai 2018," tegas Dedy.
Ditambahkan Deputi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kemenko Perekonomian Luki Eko Wuryanto, proyek MRT ini sudah harus jalan. "Sudah terlalu lama Jakarta tak mengembangkan angkutan non jalan, sekarang sudah lebih dari saatnya dibangun," tegasnya.
Seperti diketahui, jalur MRT Lebak Bulus-Bundaran HI terdiri dari 8 paket pengerjaan yaitu 3 paket bawah tanah (underground), 3 paket layang (elevated), 1 paket sistem dan 1 paket penyediaan kereta. Japan International Cooperation Agency (JICA) memberikan dana pinjaman sebesar Rp 15 triliun untuk proyek ini. Pemenang tender yang akan diumumkan adalah untuk paket jalur bawah tanah dan jalur melayang.
Setelah MRT dari Lebak Bulus-Bundaran HI-Kota rampung, pemerintah akan segera menggarap proyek MRT dari Cikarang menuju Balaraja yang melewati 3 provinsi sekaligus Jawa Barat, Jakarta dan Banten.
(dnl/hen)










































