Deputi Sarana dan Prasarana Bappenas Dedy Priatna menyatakan, uji kelayakan (feasibility study/FS) dari proyek kereta cepat bandara sudah berjalan.
"Untuk kereta ekspres bandara FS-nya sudah jalan, di Februari-Maret (2013) akan jalan proyeknya. Sudah ada konsultan dari Australia yang menggarap FS-nya," jelas Dedy saat ditemui di Imperial Hotel, Tokyo, Jepang, Selasa malam (9/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk commuter akan dioperasikan oleh KAI (Kereta Api Indonesia)," jelas Dedy.
Seperti diketahui, kereta ekspres bandara ini pelaksanaannya dilakukan pemerintah pusat melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero). Dalam mengembangkan proyek kereta ekspres ini, pemerintah mengajak investor baik dari dalam dan atau luar negeri.
Investasi kereta bandara ini menghabiskan dana US$ 2 miliar dengan panjang jalur mencapai 30 km-33 km. Hasil pra feasebility study telah disampaikan SMI selaku fasilitator yang membantu menyiapkan tahap-tahap dari awal perencanaan sampai tahap mengajak investor.
Pra-FS menghasilkan lima opsi rute yang kemudian dipilih oleh Kementerian Perhubungan. Berdasarkan jadwal proyek akan memulai tender di 2013 dengan harapan bisa beroperasi satu tahun setelahnya.
Selain kereta ekpres bandara, PT Kereta Api Indonesia (KAI) sedang menyiapkan kereta commuter line Manggarai - Tanah Abang - Tangerang (Tanah Tinggi)-Bandara.
(dnl/hen)










































