Gubernur NTB M. Zainul Majdi mengingatkan PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) untuk tidak memberhentikan karyawan lokal, menyusul rencana perusahaan tambang emas asal Amerika itu memberhentikan 20% tenaga kerja asing dan 2,8% tenaga kerja lokal.
"Pak Gubernur menginginkan, jika pemberhentian karyawan itu adalah pilihan terakhir dan tak bisa dihindari, maka karyawan lokal agar tidak terkena kebijakan itu," kata Mokhlis, Kepala Dinas Tenagga Kerja dan Transmigrasi NTB di Mataram, Rabu (10/10/2012).
Ia mengatakan, sejak manajemen NNT menyampaikan rencana menghentikan sebagian karyawan pada pemerintah daerah, telah digelar dua kali pertemuan antara Pemda dan NNT. Dalam dua kali pertemuan itu, manajemen PTNNT menjanjikan akan mempertimbangkan permintaan Gubernur NTB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, Pemda menawarkan dua opsi pada manajemen PTNNT. Opsi pertama Pemda mengingatkan NNT tidak memberhentikan karyawan karena alasan rasionalisasi fungsi dalam struktur jabatan.
Opsi kedua, terkait posisi karyawan staf dan non staf. Pemda meminta seluruh karyawan non staf tidak diberhentikan. Sementara karyawan staf jika termasuk karyawan lokal dari NTB, diminta agar manajemen PTNNT mencari jalan untuk diselamatkan.
"Pemerintah daerah tentu menginginkan opsi-opsi yang sudah disiapkan. Ini menjadi basis bagi manajemen PTNNT dalam mengambil kebijakan," kata Mokhlis.
Sejauh ini karyawan telah mengetahui rencana perusahaan memberhentikan sebagian karyawan. Rencana ini telah disampaikan lewat memo internal kepada seluruh karyawan dan rekan bisnis Newmont.
Sebelumnya, Presiden Direktur PTNNT Martiono Hadianto mengatakan, PHK dilakukan sebagai langkah terakhir dalam rangka efisiensi belum mencukupi untuk menjamin keberlangsungan jangka panjang operasi tambang Batu Hijau, di Sumbawa Barat, NTB.
Sejak Juni 2012, seluruh wilayah kerja Newmont melakukan pengkajian struktur biaya perusahaan guna meningkatkan efisiensi dan memastikan keberlangsungan bisnis perusahaan jangka panjang.
Khusus Newmont Nusa Tenggara, sebagaimana telah disampaikan sebelumnya, di 2012 dan 2013 merupakan periode yang berat. Karena adanya penurunan kegiatan usaha pertambangan dunia pada umumnya. Keadaan tersebut lebih memperberat kegiatan usaha perseroan.
Manajemen NNT telah mengevaluasi dan mengkaji struktur biaya perusahaan secara menyeluruh untuk memastikan tambang Batu Hijau dapat beroperasi lebih efektif dan efisien.
Kajian difokuskan pada seluruh biaya pengurangan secara substansial, seperti biaya operasi (baik penambangan maupun pemrosesan), biaya modal, dan biaya pendukung operasional lainnya. Upaya efisiensi yang telah dilakukan antara lain menghilangkan sejumlah jasa kontraktor, mengurangi biaya penyediaan materi dan bahan tambang, serta biaya pendukung operasional lainnya.
Evaluasi dan pelaksanaan pengurangan jumlah tenaga kerja tersebut dimulai dengan mengurangi sekitar 100 dari sekitar 4.000 karyawan saat ini. Sebanyak 70% dari 4.000 karyawan itu berasal dari NTB.
Martiono menambahkan, langkah pengurangan tenaga kerja ini telah disampaikan kepada pemerintah di Kkementerian terkait dan dalam pelaksanaannya, Newmont Nusa Tenggara akan melakukannya berdasarkan UU Ketenagakerjaan dan peraturan perundang-undangan lainnya.
Newmont yang merupakan perusahaan tambang kedua terbesar di dunia, merevisi turun target produksi emasnya tahun ini, dari 114 ribu ounces menjadi 71 ribu ounces pada tambang emas Batu Hijau di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Produksi tembaga Newmont dari Batu Hijau juga direvisi turun tahun ini dari 192 juta pound menjadi 170,6 pound.
(wep/wep)











































