Wah..Dahlan Sebut 31 BUMN Seperti Mayat

Wah..Dahlan Sebut 31 BUMN Seperti Mayat

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Rabu, 10 Okt 2012 16:52 WIB
Wah..Dahlan Sebut 31 BUMN Seperti Mayat
Yogyakarta -

Kata-kata nyeleneh Menteri BUMN Dahlan Iskan masih terus berlanjut. Setelah muncul kata-kata BUMN Dhuafa, Dahlan kembali mengeluarkan kosa kata baru, yakni BUMN seperti 'Mayat yang Belum Dikubur' bagi perusahaan plat merah yang merugi atau tergolong tidak sehat.

Terdapat 31 BUMN yang menyandang predikat 'Mayat yang Belum Dikubur', dari total 141 perusahaan negara yang kini beroperasi. Namun sayangnya Dahlan tidak menerangkan lebih rinci siapa sajakah mereka.

"Kami mengelompokkan BUMN yang ada 141 perusahaan, 110 perusahaan (sehat). Sisanya tinggal mayat cuma belum dikubur," kata Dahlan di Yogyakarta, Rabu (10/10/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun di depan Presiden SBY, Dahlan menambahkan, ada beberapa BUMN yang masuk kategori 'Mayat yang Belum Dikubur' ini telah mengalami perbaikan kinerja. Khususnya paska pergantian manajemen.

"Kami bersyukur juga tidak semua manyat BUMN dikubur, PT IKI (PT Industri Kapal Indonesia) di Makassar sudah dua tahun tidak beroperasi. Sekarang sudah diperbaiki manajemennya. Pabrik Kertas Leces juga sama," pungkasnya.

Jika merujuk pada data Kementerian BUMN, hingga akhir 2011, ada beberapa perusahaan persero yang masih merugi. PT PAL Indonesia mencatat rugi bersih terbesar sepanjang 2011. Perusahaan galangan kapal ini mencatat rugi Rp 1,32 triliun. Sedangkan BUMN yang mengalami kerugian terkecil adalah PT Inhutani III, senilai Rp 58 juta.


Berikut daftar BUMN yang masih menderita rugi di 2011:


  • PT Perkebunan Nusantara XI, rugi Rp 15,52 miliar
  • PT Perkebunan Nusantara XIV, rugi Rp 113,38 miliar
  • PT Inhutani II, rugi Rp 29,69 miliar
  • PT Inhutani III, rugi Rp 58 juta
  • PT Energy Management Indonesia, rugi Rp 6,54 miliar
  • PT Batan Tek, rugi Rp 2,98 miliar
  • PT Semen Kupang, rugi Rp 17,66 miliar
  • PT Dirgantara Indonesia, rugi Rp 356,52 miliar
  • PT PAL Indonesia, rugi Rp 1,32 triliun
  • PT Boma Bisma Indra, rugi Rp 7,33 miliar
  • PT Industri Kapal Indonesia, rugi Rp 805 juta
  • PT Iglas, rugi Rp 6,49 miliar
  • PT Industri Soda Indonesia (dalam Likuidasi), rugi Rp 22,43 miliar
  • PT Kertas Leces, rugi Rp 84,97 miliar
  • PT Kertas Kraft Aceh, rugi Rp 65,2 miliar
  • Perum Produksi Film Negara, rugi Rp 1,29 miliar
  • PT Merpati Nusantara Airlines, rugi Rp 778,64 miliar
  • PT Djakarta Lloyd, rugi Rp 41,72 miliar
  • PT PDIP Batam, rugi Rp 1,31 miliar
  • PT Danareksa, rugi Rp 287,37 miliar
  • PT Bahana PUI, rugi Rp 143,97 miliar
  • PT Survey Udara Penas, rugi Rp 1,89 miliar.
(hen/wep)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads