Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 10 Okt 2012 18:17 WIB

Pengusaha Hashim Djojohadikusumo Danai Pusat Kajian Sumitro di AS

- detikFinance
Jakarta - The Center for Strategic and International Studies (CSIS) atau Pusat Studi Strategi Internasional di Washington DC, Amerika Serikat mendirikan Pusat Kajian Sumitro Djojohadikusumo untuk Kebangkitan Ekonomi Asia Tenggara (SDCEESEA).

Penasehat senior dan direktur di Inisiatif Rekanan Program Asia Tenggara dan Pasifik CSIS Ernest Z. Bower telah ditunjuk sebagai ketua pusat studi tersebut.

Pendanaan Pusat Kajian ini didukung oleh Yayasan Arsari Djojohadikusumo, yang didirikan oleh pengusaha Indonesia Hashim Djojohadikusumo untuk mengingat perjuangan almarhum ayahnya, Professor Sumitro Djojohadikusumo, seorang begawan ekonomi Indonesia dan sering disebut sebagai arsitek ekonomi Indonesia modern.

Dr. Sumitro, yang juga merupakan bapak dari Prabowo Subianto Djojohadikusummo, bekerja sama dengan Yayasan Ford tahun 1950-an dalam mengirim ekonom Indonesia ke Amerika Serikat untuk mendapatkan gelar di bidang ekonomi.

Alumni tersebut, banyak yang menjabat di posisi penting pemerintah, dikenal sebagai 'mafia Berkeley' karena banyak dari mereka yang mengenyam pendidikan di Universitas California di Berkeley.

"Ikatan antara Amerika Serikat dan Asia Tenggara menjadi dasar dari seluruh tujuan strategi Amerika," ungkap presiden dan CEO dari CSIS John Hamre dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/10/2012)

"Kami hargai dukungan Bapak Hashim terhadap karya yang dilakukan oleh Ernie Bower dan tim Asia Tenggara kami. Fokus mereka pada isu kebangkitan ekonomi merupakan aspek penting pada wilayah ini dan akan menjadikan CSIS sebagai pemain utama pada diskusi kebijakan terkait Asia Tenggara," katanya.

"Ini merupakan momen penting dalam sejarah Indonesia dan Asia Tenggara. Model baru untuk pembangunan ekonomi dan pemerintahan sedang didirikan, dan saya ingin memberikan rasa hormat pada ayah saya dengan memberikan perhatian pada institusi kelas dunia yang tidak hanya memberikan ide, tetapi menjadikannya kebijakan yang relevan dan aplikatif," kata Hashim Djojohadikusumo.

SDCEESEA akan melakukan penelitian tentang hubungan antara Indonesia dengan Amerika Serikat dan Asia Tenggara serta mengikutsertakan program proaktif untuk mendukung pengertian lebih dalam dan hubungan lebih dekat dengan Amerika Serikat dan Asia Tenggara.

Elemen penting tersebut antaralain Studi yang lebih komprehensif terhadap hubungan masa depan antara AS-Indonesia, termasuk rekomendasi di bidang keamanan, politik, ekonomi, ilmu dan teknologi, serta kerjasama antar manusia untuk 2020 dan selanjutnya.

CSIS adalah organisasi yang tidak berpihak dan nirlaba yang ingin memajukan keamanan dan kemakmuran global dengan memberikan masukan yang strategis melalui solusi kebijakan praktis pada pemberi keputusan.

Kebanyakan dari aktivitas yayasan terfokus pada peningkatan pendidikan dan pelayanan sosial pada wilayah miskin Indonesia. “Arsari” adalah akronim dari ketiga anak Hashim dan Anie Djojohadikusumo: Aryo, Sara dan Indra.




(hen/dru)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed