Perdagangan itu akan terealisasi dengan berbagai kerjasama dan investasi. Target ini sesuai yang diminta oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Menurut Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, volume perdagangan RI-Korsel terus naik dari tahun ke tahun. Pada tahun 2010 tercatat US$ 20,28 miliar, angkanya naik menjadi US$ 30 miliar di 2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya yakin akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang melalui kerja keras antara kedua negara dan working group yang sudah dibentuk ini," kata Hatta dalam acara 'Jeju Initiative' di Jeju International Convention Center, Seogwipo, Pulau Jeju, Korea Selatan, Jumat (12/10/2012).
Ia mengatakan selama ini Korsel merupakan mitra strategis sekaligus sahabat Indonesia. Kedua pemimpin negara juga memiliki hubungan yang erat.
"Itulah sebabnya ketika dokumen masterplan perluasan dan percepatan ekonomi Indonesia atau MP3EI dikeluarkan, Korea menjadi negara pertama yang saya kunjungi pada 2011 lalu," tambahnya.
Sejak saat itu, kata Hatta, investasi terus mengalir masuk, diiringi dengan volume perdagangan juga meningkat. Tidak hanya keuntungan secara ekonomi, tapi juga di bidang kebudayaan.
Pemerintah Indonesia menggaet Korea Selatan dalam menggarap 8 proyek raksasa di dalam negeri. Penandatanganan kerjasama akan dilakukan di Jeju International Convention Center, Seogwipo, Pulau Jeju, Korea Selatan,
Kerjasama ini sudah disepakati dalam pertemuan antara pemrintah Indonesia dan Korea Selatan sehari sebelumnya. Menteri perekonomian Hatta Rajasa menjadi salah satu wakil dari Indonesia.
Delapan proyek itu antara lain:
- Paket proyek CNG
- Jembatan Selat Sunda
- Pembangkit listrik tenaga batubara Sumsel-6
- Jembatan Batan-Bintan
- Kluster Multi Industri berbasis agrikultur
- Rel kereta api Bengkulu-Muara Enim
- Pembangunan Cabang DSME
- Proyek Restorasi Sungai











































