Salah seorang pedagang besar di Jalan Warakas 1, Tanjung Priok, Jakarta Utara yaitu Ming membeberkan pasokan air minum galon berkurang 50%.
"Biasanya per hari itu 100 galon tetapi saat ini hanya 50 galon, jadi omzet penjualan jelas berkurang 50%," kata Ming saat ditemui detikFinance, Sabtu (13/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai saat ini pasokan masih tetap minim, padahal pelanggan kami cukup banyak ini terjadi pasca lebaran," tuturnya.
Ming mengakui, hingga saat ini dia belum mengetahui secara pasti penyebab langkanya pasokan air galon tersebut. Ia menduga langkanya air minum kemasan tersebut lantaran produksinya dikurangi karena kekeringan.
"Biasanya mereka (distributor) hanya menjawab karena stok minim dan musim kemarau," jelasnya.
Penyusuran detikFinance di sejumlah lokasi penjualan, para pemilik gerai mengaku, pasokan yang masuk berkurang antara 50%.
(wij/dnl)










































