"Susah itu kan bagi orang yang tidak siap kerja keras, bagi orang yang siap kerja keras, tidak ada yang susah," tegasnya ketika ditemui di Acara Pelantikan Pengurus Federasi Olahraga Barongsai Indonesia, di Mega Glodok Kemayoran, Jakarta, Minggu (14/10/2012).
Menurut Dahlan, pengembangan mobil listrik ini harus dilakukan saat ini juga agar negara tidak semakin tersiksa. Apalagi mengingat harga minyak dunia yang terus meningkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan harga minyak yang tinggi dan masih disubsidinya Bahan Bakar Minyak di Indonesia, Dahlan khawatirkan membengkaknya anggaran hanya untuk pembayaran subsidi.
"Itu harus disadari sepenuhnya apakah kita akan terus menyiksa diri seumur hidup tanpa ada jalan keluar, apalagi dengan semakin mahalnya minyak bumi anggaran negara kita akan habis untuk subsidi," tandasnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menyambut baik angan-angan rakyat Indonesia yang berkeinginan memproduksi mobil listrik sendiri. Akan tetapi, sebelum mulai membangun mobil listrik, Hatta memilih untuk memikirkan stasiun pengisian listriknya.
"Kita ini kan memikirkan sustainibility-nya untuk sebuah industri. Jadi harus dipikirkan ke depan, jangan hanya bisa bangun mobil lalu selesai, tapi bagaimana bisa berkelanjutan," kata Hatta di Jeju International Convention Center.
Menurutnya, jika hanya baru bisa merakit satu buah mobil saja itu belum cukup. Yang diinginkan pemerintah adalah membuat sebuah industri yang benar-benar bisa mengembangkan secara utuh.
"Untuk sistem pengisian itu kendalanya. Harus dibangun sangat banyak di jalan dan di tol. Apalagi jika nanti mobil listrik sudah ada 500 ribu itu bisa dibayangkan jika semusnya harus melakukan pengisian," ujarnya.
(nia/dru)










































