SBY Sebut Ada 7 Negara 'Tulang Punggung' Ekonomi Dunia

SBY Sebut Ada 7 Negara 'Tulang Punggung' Ekonomi Dunia

Luhur Hertanto - detikFinance
Senin, 15 Okt 2012 11:14 WIB
SBY Sebut Ada 7 Negara Tulang Punggung Ekonomi Dunia
Foto: Setpres
Jakarta -

Sepuluh tahun lalu, perekonomian dunia ditopang oleh negara-negara kaya di Eropa. Namun saat ini ada tujuh negara yang menjadi tulang punggung ekonomi dunia. Apa saja?

Presiden SBY menyatakan, ketujuh negara tersebut menyumbang 25% dari PDB dunia di 2011, naik dari tahun 2000 yang sebesar 13%.

"Dalam sepuluh tahun terakhir, ada negara berkembang yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian global. Negara yang masuk katagori tersebut adalah China, India, Indonesia, Korea, Brasil, Meksiko, dan Turki," tegas SBY saat membuka acara World Export Development Forum (WEDF) di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (14/10/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

SBY mengatakan 10 tahun yang lalu, negara-negara kaya Eropa menyumbang 70% dari perdagangan dunia, sementara negara-negara berkembang hanya 20%. Namun saat ini mulai berubah.

Menurut SBY, saat ini nilai perdagangan di antara negara-negara berkembang naik cukup tinggi. Sumbangan perdagangan negara berkembang ke dunia di 2011 naik menjadi 46% dari 33% di 2001 lalu.

"Ini juga termasuk Indonesia yang melakukan hubungan dagang dengan negara-negara berkembang lainnya, khususnya di Asia dan Asia Tenggara," kata SBY.

Indonesia, ujar SBY, akan meningkatkan nilai perdagangannya dengan negara berkembang lain di kawasan Afrika, Asia Tengah, dan Amerika Latin.

Untuk meningkatkan hubungan dagang ini, SBY meminta negara-negara yang hadir untuk memperbaiki sistem perdagangan termasuk infrastruktur, sehingga perdagangan jadi makin efektif dan efisien.

Soal infrastruktur, SBY menyatakan, Indonesia saat ini sedang menjalankan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dari 2011-2025 yang berisi beragam macam infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas 17 ribu pulau di Indonesia.

(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads