Hasil analisa International Trade Centre (ITC) menunjukkan, perdagangan antara Afrika dan Asia akan tumbuh hingga 14% per tahun dalam satu dekade mendatang, jauh lebih tinggi daripada tingkat pertumbuhan perdagangan global.
Namun ITC menggarisbawahi, sebagian besar ekspor Afika ke Asia saat ini masih didominasi oleh ekspor bahan mentah yang sebagian besar adalah minyak dan gas bumi (migas), hanya sebagian kecil komoditas yang memiliki nilai tambah. Menurut catatan ITC, ekspor non-migas Afrika ke Asia hanya sekitar 5%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Patricia menambahkan, sebagai upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonominya dengan lebih baik dengan meningkatkan nilai ekpornya ke Asia, Afrika perlu meningkatkan investasi di sektor manufaktur. "Untuk meningkatkan ekpor barang bernilai tambah ke Asia, negara-negara Afrika harus menggalakan investasinya di sektor manufaktur, jangan hanya di sektor ekstraktif," imbuhnya.
Seperti diketahui, ITC telah mengumumkan saat ini Produk Domestik Bruto (PDB) di kawasan Afrika telah mencapai US$ 15 juta. PDB tersebut dapat ditingkatkan berkali-kali lipat dengan pembangunan infrasturktur, terutama infrastruktur transportasi yang bisa memperlancar distribusi hingga menjadi jauh lebih efisien.
(wij/dnl)











































