Bom Kedubes Australia Perlambat Laju Perekonomian RI

Bom Kedubes Australia Perlambat Laju Perekonomian RI

- detikFinance
Jumat, 10 Sep 2004 18:40 WIB
Jakarta - Pengeboman di depan Kedubes Australia kemarin, diperkirakan akan memperlambat laju perekonomian Indonesia. Padahal saat ini sebetulnya ekonomi Indonesia sudah berjalan cukup baik.Demikian disampaikan ekonom Universitas Indonesia, Faisal Basri, saat ditemui di Hotel Sari Pan Pacific, Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (10/9/2004).Diakui Faisal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) sempat mengelami penurunan 5-6 persen setelah kejadian tersebut. Sedangkan nilai tukar rupiah relatif stabil karena penurunannya hanya sekitar 100 basis poin."Dampak terhadap ekonomi memang relatif kecil, tetapi kita jangan menginterpretasikan dengan kepercayaan diri yang terlalu tinggi, karena kestabilan ekonomi kita ada pada keseimbangan yang rendah dan cenderung stagnan, tidak dinamis," tutur Faisal.Karenanya, lanjut dia, teror bom tersebut akan memperlambat proses perbaikan ekonomi yang kini sudah berjalan. Diakui, jika meninjau ke belakang saat pengemboman di hotel JW Marriott, IHSG hanya anjlok selama dua hari. Beberapa peristiwa bom yang terjadi di Indonesia, menurut Faisal, untuk jangka pendek memang tidak memberi dampak signifikan.Namun untuk jangka panjang, sangat besar pengaruhnya, terutama terhadap investor-investor baru karena mereka cenderung mengalihkan investasinya ke negara-negara yang relatif aman di kawasan Asia seperti Vietnam, Thailand, Cina dan Kamboja.Sementara itu, ekonom INDEF Iman Sugema mengatakan, jika dampak pengeboman di Kedubes Australia tidak memberi ekspektasi yang berlebihan terhadap investor, bisa saja investor tetap berada di Indonesia. Namun jika ekspektasinya berlebihan, kemungkinan dampaknya akan terasa karena investor menilai masih ada ketidakpastian keamanan di Indonesia."Karena itu penting bagi kepolisian untuk segera menangkap pelakunya. Jadi yang menjadi pertanyaan saat ini adalah apakah investor yakin atau tidak dengan aparat kepolisian," kata Iman. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads