"Di sini kita harus follow up, mereka punya sovereign fund itu lebih US$ 200 miliar. Mereka lebih 10 tahun state budget-nya surplus, kenapa? Karena mereka menggunakan strategi menempatkan harga minyak pada harga yang murah, sementara Indonesia selalu menempatkan harga tinggi," tutur Menko Perekonomian Hatta Rajasa di sela-sela KTT Asia Cooperation Dialogue (ACD) di Kuwait (16/10/2012).
Hatta mengatakan akhir-akhir ini dirinya sangat gencar mengundang investor. Dari perjalanan ke Amerika Serikat (AS), Azerbaijan, Jepang, dan Korea, semuanya berjalan positif. Banyak investasi yang secara nyata bisa diraih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βItu sebanya, dalam pidato saya di ACD, saya juga mengundang negara-negara anggota untuk mau menanamkan modalnya di Indonesia. Dengan potensi yang kita miliki, saya yakin mereka akan berminat," paparnya.
Hatta Rajasa menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Cooperation Dialogue (ACD) di Kuwait yang digelar pada 16-17 Oktober 2012. ACD merupakan forum kerjasama negara-negara Asia dalam bidang ekonomi, riset pengetahuan dan sosial budaya.
ACD yang beranggotakan 32 negara di Asia Tenggara, Asia Timur, Asia Barat dan Timur Tengah.
(ega/ang)











































