Garuda Indonesia semakin lebar mengepakkan sayapnya ke penjuru dunia. Maskapai BUMN ini telah menggandeng Etihad Airways untuk memperluas layanan penerbangan.
Keuntungan dari kerjasama ini penumpang Garuda cukup membeli satu tiket ke negara tujuan, meski pun Garuda belum melayani rute tersebut.
Kerjasama ini tertuang dalam penandatanganan antara Dirut Garuda Emirsyah Satar dengan President and CEO Etihad Airways, James Hogan di kantor Etihad, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dampak kerjasama ini, penumpang Garuda akan semakin termanjakan layanan. Sebagai contoh, bagi penumpang dari Jakarta yang hendak ke London maka cukup membeli satu tiket pesawat. Setibanya di Abu Dhabi, penumpang tinggal meneruskan penerbangan menggunakan Etihad tanpa harus ribet mengurus rute penerbangan lain.
Garuda juga akan mendapatkan keuntungan sebaliknya dari kebesaran jaringan Etihad. Contohnya jika ada penumpang dari India hendak ke Amsterdam, maka cukup membeli tiket Etihad. Lalu dari India- Abu Dhabi menggunakan Etihad dan dilanjutkan Abu Dhabi-Amsterdam menggunakan Garuda.
"Ini mempermudah penumpang cukup dengan one stop ke mana-mana," papar Emir.
Pilihan kepada Etihad bukannya tanpa alasan. Garuda menilai Etihad merupakan perusahaan penerbangan yang terpercaya dengan rute penerbangan hampir ke seluruh penjuru dunia. Sehingga, apabila penumpang dari Jakarta hendak ke Afrika, maka cukup membeli satu tiket maka sudah bisa ke negara tujuan di Afrika.
"Etihad mempunyai network ke mana-mana. Ini juga membuka peluang bisnis dan investasi bagi Indonesia," beber Emir.
Sebelum menggandeng Etihad, Garuda juga telah menggandeng 10 maskapai lain seperti Korean Airways, Singapore Airlines, Turkish Airways dan Philipina Airlines.
Kerjasama bisnis ini diakui Etihad sangat menguntungkan kedua belah pihak. Penumpang pun bisa dilayani dari Jakarta menuju 31 negara yang dilayani Etihad yang tersebar di Afrika, Eropa dan Amerika Utara.
"Kerjasama dengan Garuda akan memberikan kontribusi bagi Etihad Airways dalam mencapai tujuan pengembangan jaringan dan bisnis di Asia Tenggara," terang Hogan.
(asp/hen)










































