Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Armida Alisjahbana membicarakan secara khusus mengenai kemiskinan bersama Wakil Perdana Menteri China.
Kepala Bappenas ini menggarisbawahi mengenai indikator peningkatan pembangunan dan penurunan tingkat kemiskinan yang bukan hanya pertumbuhan ekonomi, namun juga perluasan akses seluruh komponen masyarakat terhadap kebutuhan pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan dan kebutuhan lainnya.
"Kemiskinan sendiri merupakan multi-dimensional issue yang perlu mendapatkan perhatian seluruh komponen masyarakat, serta didukung dengan mekanisme ekonomi dan kebijakan Pemerintah yang pro-poor," jelas Armida dalam acara pembukaan the 6th International Poverty Reduction and Development Forum, yang dilaksanakan di Presidential Hotel Beijing seperti dikutip, Kamis (18/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, Indonesia mengajak komunitas internasional untuk bersama-sama menanggulangi kemiskinan dan mencapai target Millennium Development Goals (MDGs) 2015, salah satunya melalui kerangka Kerjasama Selatan-Selatan (KSS).
Hal senada disampaikan oleh Wakil Perdana Menteri RRT, Hui Liangyu, dengan mempromosikan konsep ‘pembangunan inklusif’ bagi seluruh rakyat China dan negara-negara lain di dunia. Dalam sambutan pembukaannya, Hui juga memaparkan keberhasilan program-program penanggulangan kemiskinan di Tiongkok selama satu tahun terakhir dan bertekad mengurangi kesenjangan pembangunan di berbagai wilayah di negaranya.
Forum tingkat tinggi ini diselenggarakan oleh United Nations Development Program (UNDP) dan State Council Leading Group Office of Poverty Alleviation and Development of China pada 17-18 Oktober 2012. Kegiatan yang bertepatan dengan the 20th International Day for the Eradication of Poverty ini dibuka oleh Wakil PM RRT, dan dihadiri oleh para panelis kaliber internasional antara lain: seperti UN Under-Secretary-General for Economic and Social Affairs, Wu Hongbo, Vice Minister of Communal Economy of Venezuela, Ana Maldonado, Pemenang Nobel Ekonomi (1998) Prof. Amartya Sen, Honorary Professor and Research Associate of the Institute of Development Studies, University of Sussex, Richard Jolly, Assistant Secretary-General for Economic Development of FAO Jomo Sundaram, dan UN Resident Coordinator di RRT, Renata Lok-Dessallien.
Lebih dari 300 pejabat pemerintah, perumus kebijakan, praktisi pembangunan, akademisi dan anggota komunitas internasional dari 30 negara berpartisipasi dalam acara ini, guna bertukar ide dan pengalaman dalam mempercepat penanggulangan kemiskinan yang berkelanjutan di Tiongkok dan seluruh dunia. (dru/dnl)










































