Agus Marto Dukung Jokowi Kaji Ulang Proyek MRT Jakarta

Agus Marto Dukung Jokowi Kaji Ulang Proyek MRT Jakarta

Ramdhania El Hida - detikFinance
Jumat, 19 Okt 2012 15:35 WIB
Agus Marto Dukung Jokowi Kaji Ulang Proyek MRT Jakarta
Jakarta -

Menteri Keuangan Agus Martowardojo mendukung penuh langkah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokoei) mengkajian ulang pembangunan proyek MRT di Jakarta. Kajian diperlukan untuk mengetahui lebih jauh proses serta dana yang dibutuhkan.

"Lebih baik lagi adalah ketika beliau (Jokowi) mengatakan bahwa saya mau mereview project cost MRT, itu juga saya sambut baik sekali," kata Agus di Kantornya, Jalan Wahidin, Jakarta, Jumat (19/10/2012).

Agus menyambut positif rencana pembangunan MRT agar bisa berjalan. Hal yang lebih penting adalah bagaimana dilihat proses pengadaannya lebih dahulu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau saya sekarang sebagai pimpinan DKI saya perlu tahu ini seperti apa, nah yang paling utama adalah dia bilang proyek ini memadai atau tidak. Bukan hanya prosesnya betul tapi good corporate governance kan sistemnya, pengadaannya itu harus betul terlebih dahulu ada yang namanya HPS, harga perkiraan atau owner estimated itu harus tepat dan patut," papar Agus.

"Jadi ini biayanya kalau sekian triliun itu patut atau tidak itu kan mau meyakinkan itu. Saya sudah perintahkan Dirjen Perimbangan Keuangan untuk ketemu Sekda DKI untuk mendengar atau menjelaskan hal-hal yang terkait dengan keuangan pemerintah pusat," imbuh Mantan Dirut Mandiri ini.

Sebelumnya Deputi Sarana dan Prasarana Bappenas Dedy Priatna menyatakan, Jokowi ingin memastikan nilai proyek pembangunan terowongan MRT sekitar Rp 4,5 triliun dari Blok M ke Bundaran HI ini tidak kemahalan.

"Jadi pihak Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) pernah memberi masukkan, proyek MRT DKI Jakarta ini dua atau tiga kali lebih mahal ketimbang proyek MRT di Singapura. Namun ternyata, proyek MRT di Singapura itu dikerjakan tahun 1994 lalu" kata Dedy saat ditemui di Imperial Hotel, Tokyo, Jepang, Selasa malam (9/10/2012).

Karena menghitung eskalasi (kenaikan harga), ujar Dedy, nilai proyek ini jelas naik dibandingkan proyek MRT Singapura yang dibangun sekitar 18 tahun yang lalu.

Kepala Biro Humas PT MRT Jakarta Manpala Rega Chandra Gupta Sitorus mengatakan, Wakil Gubernur Ahok akan melakukan kajian ulang terhadap proyek MRT termasuk soal nilai proyek yang dianggap terlalu besar. Namun menurut Gupta, saat ini kenyataannya proses persiapan pembangunan MRT sudah masuk tahap pengumuman pemenang tender 3 paket terowongan yang diumumkan Oktober ini.

Sementara itu Pakar Transportasi Darmaningtyas dalam tulisannya di instran.org, mengatakan harga pembangunan perkilometer MRT di Jakarta jauh lebih mahal dibandingkan dengan pembangunan MRT sejenis di kota-kota lain di dunia.

Darmaningtyas menuturkan biaya pembangunan MRT di Singapura US$ 54,5 juta, Seoul US$ 65,8 juta, Kalkuta US$ 59,9 juta, Mexico Line B US$ 43,8 juta, tapi biaya pembangunan MRT di Jakarta mencapai US$ 98 juta/km.

Menurut Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) perlu adanya tenaga ahli internasional untuk melakukan review atau mengevaluasi proyek MRT di Jakarta secara obyektif.

"Pada saat ini, international expert tersebut hanya dari Jepang saja. Ini tidak obyektif, karena dana pinjaman dari Jepang, konsultan dari Jepang, kontraktor dari Jepang; sehingga ibaratnya jeruk makan jeruk bila international reviewer-nya juga dari Jepang," kata Darmaningtyas.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads