Jokowi: Saya Nggak Pusing Mengurus MRT

Jokowi: Saya Nggak Pusing Mengurus MRT

Prins David Saut - detikFinance
Senin, 22 Okt 2012 16:45 WIB
Jokowi: Saya Nggak Pusing Mengurus MRT
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengaku tak menyerah untuk terus mengkaji proyek Mass Rapid Transit (MRT). Dia mengelak disebut pusing mengurusi proyek transportasi pemecah kemacetan Jakarta ini.

"Siapa yang pusing? Ya nggak lah, yang dipusingin apa? Saya kan masih minta penjelasan, karena saya baru mendengar dari satu PT. Saya masih ingin dengerin yang lain," ujar Jokowi, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (22/10/2012).

Menurut Jokowi, dirinya ingin mendengarkan penjelasan banyak pihak mengenai proyek MRT, agar pelaksanaan proyek tersebut bisa berhasil. Oleh karena itu pihaknya menginginkan pada tahap persiapan dilakukan dengan baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Supaya eksekusinya betul dan benar. Kerja itu harus optimis, realisasi atau nggak tergantung tadi (penjelasan mengenai MRT)," terang Jokowi.

Sebelumnya, Dirut PT Mass Rapid Transit Jakarta Tribudi Rahardjo mengaku, belum juga mendapat persetujuan dari Japan International Cooperation Agency (JICA) soal proyek ini. Segala proses tender masih dalam proses evaluasi.

"Kita ikuti keputusan gubernur, sekarang prosesnya sedang berjalan. Apa yang terbaik untuk masyarakat, pasti dilanjutkan gubernur. Yang pasti beliau pertimbangkan dari segala aspek," kata Tribudi.

Diberitakan sebelumnya PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dan Pemerintah Kota Provinsi DKI Jakarta telah menetapkan nominasi 2 konsorsium yang akan mengerjakan pembangunan jalur terowongan bawah tanah MRT Jakarta. Dua konsorsium ini disaring dari 5 konsorsium sebelumnya yang sudah dinyatakan lolos prakualifikasi.

Ada dua calon konsorsium untuk jadi nominasi pengerjaan proyek jalur bawah tanah yaitu Obayashi bersama Wijaya Karya (Wika) dan Sumitomo bersama Hutama Karya (HK). Proyek pengerjaan jalur bawah tanah disinyalir akan menghabiskan biaya Rp 4-4,5 triliun mencakup 3 paket.

Secara total jumlah paket proyek MRT Jakarta yang ditawarkan pada calon konsorsium berjumlah 8 paket yang mencakup 3 paket proyek bawah tanah, 3 paket proyek layang, 1 paket penyediaan kereta, dan 1 paket penyediaan sistem.

"Ada 3 paket jalur underground (bawah tanah) sudah ada calon konsorsiumnya yaitu dari pihak Jepang dan BUMN. Ada 2 calon konsorsium yang sudah kita lakukan cek dan ricek baik dalam segi administrasi maupun kelayakan, dan ada 1 konsorsium yang menangkan 2 paket," kata Tribudi saat konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Jumat (28/9/2012).

Namun ternyata Pemprov DKI yang saat ini dipimpin Jokowi belum menentukan pihak pemenang tender proyek MRT ini.

(riz/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads