Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bidang V Industri Kreatif, Teknologi Informasi, dan Media (IT), Ariful Yaqin Hidayat (Erik) mengungkapkan, pungutan liar ini jelas akan menyebabkan penambahan biaya yang berbuntut kepada penurunan daya saing.
"Gimana kita bisa bersaing kalau diperjalanan aja ada pungli lah," ungkap Eric saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (22/10/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau misalnya kita dijalan raya itu macet. Dan jalannya juga belum tentu bagus juga. Kita dulu pernah ada kajian, Jeruk dari Malang ke pelabuhan itu lebih mahal daripada kita ambil langsung china. Ini bahaya," kata putra Menteri Perindustrian MS Hidayat ini.
Seperti diketahui Kepala Divisi Humas dan Promosi Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) Edib Muslim mengatakan konsep itu diberi nama coastal shipping. Nantinya truk kontainer barang-barang berat diupayakan lewat transportasi laut.
"Minimal tahun depan sebelum Lebaran sudah harus ditetapkan lah," katanya.
(zlf/hen)










































