Kerjasama tersebut meliputi pengembangan sumber daya dan infrastruktur energi, penerapan teknologi, baik di sisi pasokan maupun permintaan, serta optimalisasi bauran energi dan peningkatan kepedulian terhadap emisi karbon.
"Di samping itu diversifikasi konsumsi bahan bakar fosil ke bahan bakar non minyak bumi diperlukan untuk menjamin ketahanan energi dunia," ujar Menteri ESDM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada pertemuan tingkat tinggi di bidang energi yang didukung oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) itu Menteri ESDM juga menyampaikan mengenai kebijakan manajemen energi dan sumber daya mineral terkini pemerintah Indonesia, khususnya peningkatan target elastisitas dan bauran energi nasional mencapai 25,9% hingga tahun 2025.
Menurut Menteri ESDM, kebijakan itu bertujuan untuk meningkatkan porsi energi baru dan terbarukan dan akan menjadi acuan utama nasional yang bertujuan untuk membangun ketahanan energi melalui peralihan paradigma yang sebelumnya hanya berorientasi di sisi pasokan (Supply Side Management), menjadi kebijakan yang selain memperhatikan sisi pasokan juga mengatur sisi permintaan (Demand Side Management).
"Kebijakan baru nanti akan sejalan dengan komitmen Indonesia untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26% dengan kemampuan sendiri pada 2020 atau dapat ditingkatkan menjadi 41% dengan dukungan internasional," demikian Menteri ESDM.
World Energy Forum (WEF) 2012 dengan tagline "A Forum for World Leaders" di Dubai International Convention and Exhibition Centre dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden dan Perdana Menteri Uni Emirat Arab yang juga Penguasa Dubai Sheikh Mohammad Bin Rashid Al Maktoum pada Senin (22/10/2012) dan akan berlangsung sampai 24/10/2012.
Hadir antara lain Wakil Sekjen PBB bidang Ekonomi dan Sosial Wu Hongbo, Sekjen Liga Arab Nabil al-Arabi serta Ketua sekaligus penggagas WEF Prof. Harold Hyun-Suk Oh.
Pada upacara pembukaan, dicanangkan bahwa tanggal 22 Oktober sebagai Hari Energi Sedunia. Penetapan ini dimaksudkan untuk menggugah kesadaran seluruh dunia tentang berbagai isu energi dan kesadaran politik untuk mendukung akses energi universal yang dapat menguntungkan semua bangsa di dunia.
Menteri ESDM Indonesia Jero Wacik didampingi oleh Duta Besar RI di Abu Dhabi Salman Al Farisi, Acting Konsul Jenderal RI Dubai Adiguna Wijaya, Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Ir. A. Edy Hermantoro, M.Si, serta Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Drs. R. Edi Prasodjo, M.Sc,
Di sela kegiatan WEF 2012, Menteri ESDM juga berkesempatan melakukan pertemuan dengan pimpinan eksekutif International Renewable Energy Agency (IRENA) dan sebuah perusahaan bidang pengembangan energi terbarukan Masdar yang berlokasi di Abu Dhabi, serta meninjau lokasi pameran bidang energi.
IRENA merupakan organisasi antar pemerintah yang didedikasikan untuk pengembangan dan pemanfaatan secara berkelanjutan energi terbarukan, diantaranya adalah bioenergi, energi panas bumi, tenaga air, laut, surya, dan energi angin. Per September 2012 lembaga yang didirikan di Bonn pada 26/1/2009 ini telah memiliki 185 negara anggota.
Acting Konjen RI Dubai Adiguna Wijaya dalam keterangan pers kepada detikfinance hari ini menyampaikan bahwa penyelenggaraan WEF 2012 di Dubai merupakan dasar ideal untuk saling berbagi pengalaman antar negara di dunia di bidang energi.
Melalui forum ini diharapkan dapat lebih mendorong peningkatkan kerjasama, serta pertukaran pengetahuan dan keahlian diantara negara-negara dunia, termasuk pula pemerintah dan pihak swasta, dalam mencari solusi di bidang energi bagi diversifikasi sumber energi yang lebih bersih, aman dan berkelanjutan.
"Hal ini akan berkaitan langsung dengan peningkatan pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi setiap negara di dunia," pungkas Adiguna.
WEF 2012 merupakan pertemuan di bidang energi yang pertama kalinya diselenggarakan di wilayah Timur Tengah dan di luar markas besar PBB di New York.
Forum dihadiri oleh lebih dari 2.000 delegasi, termasuk 19 kepala negara dan pemerintahan dari negara-negara anggota PBB, sejumlah menteri di bidang energi, pimpinan tinggi sejumlah organisasi internasional dan kalangan industri serta perusahaan swasta. Rangkaian kegiatan WEF 2012 terdiri dari sesi pleno, lokakarya, dan diskusi energi, serta dibarengi dengan pameran di bidang energi.
WEF merupakan organisasi internasional non-profit yang diinisiasi oleh PBB guna mempromosikan kegiatan di bidang energi dalam kerangka pembangunan berkelanjutan. Pendirian organisasi ini diprakarsai oleh Prof. Harold Hyun-Suk Oh pada tahun 2008.
Salah satu tujuan utama forum ini adalah untuk menyusun pemetaan kebijakan keragaman energi berkelanjutan, yang dapat memacu perkembangan ekonomi dan sosial global. Melalui forum ini diharapkan dapat memberikan kesempatan untuk saling bertukar ide baru tentang isu-isu energi global dari perspektif kebijakan, teknologi, dan bisnis. (es/es)











































