Utang RI Lebih Tinggi dari APBN 2013, Ini Tanggapan DPR

Utang RI Lebih Tinggi dari APBN 2013, Ini Tanggapan DPR

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Selasa, 23 Okt 2012 18:17 WIB
Utang RI Lebih Tinggi dari APBN 2013, Ini Tanggapan DPR
Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyetujui total anggaran belanja pemerintah sebesar Rp 1.683 triliun di APBN 2013. Namun ketika dibandingkan dengan jumlah utang pemerintah Indonesia per September 2012, jauh lebih tinggi jumlah utang pemerintah yang sebesar Rp 1.975,62 triliun.

DPR pun memiliki pandangan tersendiri atas tingginya utang pemerintah.

Anggota DPR Komisi XI DPR, Arif Budimanta menilai jumlah utang pemerintah yang selangit harus diwaspadai karena kondisi keseimbangan primer dalam APBN bisa merosot tajam dari waktu ke waktu. Bahkan kalau terus dibiarkan, Indonesia bisa masuk ke lingkaran krisis keuangan global.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah lebih besar pasak dari tiang. 5 tahun terakhir merosot, keseimbangan primer disini adalah pendapatan negara dikurangi belanja dalam apbn diluar pembayaran cicilan utang (bunga)," kata Arif kepada detikFinance, Selasa (23/10/2012).

Saat menggunakan perbandingan PDB Indonesia sebesar Rp 7.226 triliun, maka rasio utang per September 2012 sebesar 27,3 persen dari PDB atau masih dalam batas aman. Namun, Direktur Megawati Institute ini menuturkan pemerintah harus tetap memperhatikan aspek likuiditas.

"Tetapi dari sisi likuiditas terlihat kemampuan membayar utang dari surplus pendapatan dikurangi belanja yang tergambar dalam keseimbangan primer sudah pada tahap mengkhawatirkan," tambahnya.

Meroketnya utang pemerintah, kata Arif didorong oleh utang di sektor keuangan. Bahkan, Arif dengan yakin menyebut utang luar negeri pemerintah sekitar 39,6 persen dipergunakan di sektor keuangan.

"Sedangkan utang luar negeri sektor swasta sebesar 58,3 persen untuk sektor produktif seperti transportasi, komunikasi, energi, kelistrikan, air bersih, pertambangan dan manufaktur," paparnya.

Arief juga berujar, pemerintah harus merubah pola kebijakan utang luar negeri kalau tidak mau terjerumus ke dalam lingkaran krisis keuangan global.

"Keuangan negara akan berada pada sisi yang rawan dalam menghadapi krisis keuangan global. Apalagi saat ini kita dihadapkan pada kecendrungan defisit neraca pembayaran," pungkasnya.

Seperti diketahui total utang pemerintah Indonesia hingga September 2012 mencapai Rp 1.975,62 triliun. Dibanding akhir 2011, jumlah utang ini naik Rp 166,67 triliun.

Secara rasio terhadap PDB, utang pemerintah Indonesia berada di level 27,3 persen pada September 2012. Jika dihitung dengan denominasi dolar AS, jumlah utang pemerintah di September 2012 mencapai US$ 206,05 miliar. Jumlah ini naik dari posisi di akhir 2011 yang mencapai US$ 199,49 miliar.

(hen/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads