Himbauan Dahlan tersebut ternyata telah menimbulkan kegaduhan di Senayan. Apa saja tanggapan anggota DPR-RI?
Misalnya Wakil Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana meminta Menteri BUMN dan direksi BUMN berani melaporkan kalau ada oknum DPR yang meminta upeti. "Hari gini masih minta upeti, bongkar-bongkar," seru Sutan di Gedung DPR Senayan Jakarta, Kamis (25/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu mengingatkan kita semua, kalau kita kebakaran jenggot, ada apa-apa," pungkasnya.
Sementara itu, anggota Komisi XI DPR, Lauren Bahang Dama menilai himbauan Dahlan harus dilihat dari dua sisi. Menurutnya himbauan Dahlan bisa jadi cerminan bagi para anggota DPR tentang kinerja dan apa yang telah dilakukan selama ini.
"Saya pikir statement itu menjadi koreksi bagi anggota DPR untuk tidak melakukan hal-hal seperti itu, tapi menteri BUMN juga tidak boleh menyebut anggota DPR mestinya oknum," kata Lauren kepada detikFinance.
Lauren juga secara tegas mendukung himbauan Menteri BUMN kepada bos-bos perusahaan plat merah agar tak memberi pelicin atau upeti ke oknum DPR.
"Karena ini bukan rahasia, menteri BUMN mengeluarkan itu pasti ada dasarnya, kalau itu saya sepakat," tuturnya.
Ditempat yang sama, anggota Komisi VI DPR, Ferrari Romawi mendukung himbauan Dahlan tersebut namun ia meminta supaya Dahlan jangan sekedar melempar isu semata namun bisa melaporkan kalau memang terbukti ada upeti untuk oknum DPR.
"Setahu saya nggak, apa yang disampaikan benar tapi dilaporkan, Pak Dahlan tidak salah, kebenaran sudah ditahui semua orang nggak usah diekspose. Kalau BUMN memberi kena dan menerima ia kena, ada anggota DPR yang minta direkam dan dilaporkan," ungkap Ferrari.
(hen/hen)











































