Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 25 Okt 2012 13:26 WIB

Ngaku Pernah 'Dipalak', Bos RNI Siap Dipanggil DPR

- detikFinance
Jakarta - Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), Ismed Hasan Putro mengaku siap untuk dipanggil DPR.

Ini terkait pengakuan Ismed kemarin yang mengungkapkan bahwa dirinya pernah dimintai sumbangan oleh DPR. Hal ini berbuntut panjang dengan pemanggilan dirinya oleh Anggota DPR Komisi VI DPR-RI, Benny K Harman.

"Saya nggak mau berpolemik, tapi kalau saya dipanggil saya akan menghadap. Saya akan menjelaskan dan saya akan memenuhi apa yang diminta oleh DPR," ungkap Ismed kepada detikFinance di Gedung BRI, Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (25/10/12).

Ismed mengatakan, dirinya bersama-sama akan berkomitmen untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih.

"Saya akan konsisten bersama-sama pemerintah dalam hal Ini Pak SBY dan Pak Dipo Alam untuk menciptakan pemerintahan yang bersih," tegasnya.

Dia menambahkan, jika pemerintahan bersih, maka predikat BUMN Indonesia bisa disamakan dengan BUMN sekelas Temasek dan Khazanah.

"Membangun korporasi yang bisa bersaing dengan Temasek dan Khazanah, masa kita kalah. Kita berharap kontribusi DPR agar BUMN dapat meningkatkan speed kinerjanya dengan regulasi-regulasi yang dikeluarkan oleh DPR terkait dengan pemerintahan yang bersih," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VI DPR, Benny K Harman geram soal tudingan bahwa anggota DPR memeras BUMN. Salah satunya yang diungkapkan Dirut RNI, Ismed Hasan Putro.

"Selain Dahlan Iskan, saya juga akan panggil itu namanya Ismed, Dirutnya RNI kan, tanyakan pertanggungjawaban ucapannya," kata Benny kepada wartawan di ruang Komisi VI, Rabu Malam (24/10/2012).

Bahkan Benny mengungkapkan justru Ismed-lah yang tukang peras. "Saya tahu siapa itu Ismed, dia yang justru tukang peras, saya tahu itu," tandas Benny.



(zul/dru)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com